Usai Bikin Kone Patah Kaki, Madibo Datangi Ruang Ganti dan Minta Maaf

5 hours ago 2

Jumali

Jumali Jum'at, 19 Juni 2026 20:07 WIB

Usai Bikin Kone Patah Kaki, Madibo Datangi Ruang Ganti dan Minta Maaf

Assim Madibo (23) usai mendapatkan kartu merah/Reuters

Harianjogja.com, JOGJA—Di tengah perayaan kemenangan perdana Kanada dalam sejarah Piala Dunia putra, perhatian justru tertuju pada peristiwa yang terjadi setelah pertandingan berakhir. Pemain Qatar Assim Madibo mendatangi ruang ganti Kanada untuk meminta maaf secara langsung kepada Ismael Kone yang mengalami patah kaki akibat tekel keras dalam laga Grup B Piala Dunia 2026.

Kone saat ini telah dibawa ke rumah sakit dan dijadwalkan menjalani operasi. Cedera serius tersebut dipastikan mengakhiri perjalanan gelandang berusia 24 tahun itu di Piala Dunia 2026.

Insiden yang mengubah suasana pertandingan terjadi pada menit ke-51 saat Kanada sudah unggul 3-0 atas Qatar di Stadion BC Place, Vancouver, Jumat (19/6/2026) dini hari WIB.

Ketika Kone baru saja melepaskan umpan kepada rekannya, Madibo datang terlambat melakukan tekel yang mengenai kaki kiri pemain Sassuolo tersebut.

Benturan keras itu membuat Kone langsung terjatuh sambil menahan rasa sakit. Para pemain dari kedua tim terlihat terpukul melihat kondisi sang gelandang yang mengalami patah kaki.

Wasit awalnya hanya mengeluarkan kartu kuning kepada Madibo.

Namun setelah melakukan peninjauan melalui VAR, keputusan tersebut diubah menjadi kartu merah langsung.

Qatar semakin terpuruk karena sebelumnya Homam Al Amin juga telah menerima kartu merah pada menit ke-33 setelah melakukan pelanggaran terhadap Tajon Buchanan.

Tim asuhan Julen Lopetegui akhirnya harus menyelesaikan pertandingan dengan sembilan pemain.

Meski insiden tersebut memicu emosi di lapangan, suasana berbeda justru terjadi setelah pertandingan berakhir.

Pelatih Kanada Jesse Marsch mengungkapkan bahwa Madibo datang langsung ke ruang ganti untuk menemui Kone dan menyampaikan penyesalannya.

"Pemain itu meminta maaf kepada Ismael. Dia datang ke ruang ganti dan meminta maaf kepadanya. Ismael memberi tahu tim tentang kejadian itu," kata Marsch seperti dikutip USA Today.

Marsch menilai tekel yang menyebabkan cedera parah tersebut bukan tindakan yang disengaja.

"Saya rasa dia tidak bermaksud melakukan tekel yang begitu brutal atau situasi yang mengerikan. Jadi saya tidak menyalahkannya untuk itu," ujarnya.

Meski demikian, Marsch mengaku tidak memahami reaksi sebagian anggota bangku cadangan Qatar yang sempat memprotes keputusan kartu merah.

"Tetapi saya tidak mengerti reaksi dari seluruh bangku cadangan mereka yang mencoba memulai perkelahian tentang kartu merah padahal pelanggaran jelas baru saja terjadi yang menyebabkan kaki seorang pemain patah," katanya.

Pelatih Qatar Julen Lopetegui juga menyampaikan simpati kepada Kone dan berharap pemain Kanada tersebut segera pulih.

"Pertama-tama saya ingin mendoakan yang terbaik untuk Kone dan semoga cepat pulih. Saya mendoakan yang terbaik untuknya," ujar Lopetegui.

Cedera yang dialami Kone membuat suasana stadion berubah drastis.

Jonathan David yang dikenal dekat dengan Kone terlihat menangis dan harus ditenangkan oleh rekan-rekan setimnya.

Sementara itu, Kone tetap berusaha menunjukkan ketegaran saat dibawa keluar lapangan menggunakan tandu.

Dengan bantuan masker oksigen, ia sempat mengacungkan jempol dan melambaikan tangan kepada puluhan ribu suporter yang memadati BC Place.

"Dia melambaikan tangan ke arah penonton dan hampir membuat semua orang merasa tenang," kata Marsch.

Nathan Saliba yang masuk menggantikan Kone kemudian mencetak gol pada menit ke-64.

Gelandang muda itu merayakan golnya dengan mengangkat jersey Kone di depan para suporter sebagai bentuk dukungan kepada rekan setimnya.

Kanada akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan telak 6-0 melalui gol Cyle Larin, hattrick Jonathan David, Nathan Saliba, serta satu gol bunuh diri Mohamed Manai.

Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Kanada dalam sejarah Piala Dunia putra setelah penantian panjang sejak tampil pada edisi 1986.

Namun bagi skuad Kanada, kemenangan itu tidak sepenuhnya dirayakan dengan suka cita. Fokus mereka kini tertuju pada proses pemulihan Kone yang akan menjalani operasi dalam waktu dekat. Di tengah pesta gol dan sejarah yang tercipta, momen permintaan maaf Madibo serta dukungan untuk Kone menjadi kisah yang paling membekas dari malam bersejarah di Vancouver.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |