Jumali Jum'at, 19 Juni 2026 23:17 WIB
Harianjogja.com, JOGJA— Meningkatnya penggunaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) membuat kekhawatiran baru ikut muncul di masyarakat, salah satunya soal dampak pemadaman listrik saat proses pengisian daya di rumah. Banyak pengguna masih bertanya-tanya, apakah kondisi tersebut bisa merusak baterai atau bahkan menyebabkan kegagalan sistem secara permanen.
Sejumlah riset internasional menunjukkan jawaban yang relatif menenangkan: pemadaman listrik tidak merusak baterai EV. Sistem kendaraan listrik modern telah dirancang dengan proteksi otomatis yang akan menghentikan proses pengisian begitu aliran listrik terputus. Artinya, baterai tetap aman dan tidak mengalami kerusakan langsung akibat listrik padam.
Meski demikian, dampak pemadaman tidak bisa diabaikan sepenuhnya. Studi yang dipublikasikan dalam Nature Communications yang menganalisis ratusan kota di Tiongkok menunjukkan bahwa gangguan listrik berkala dapat memengaruhi perilaku konsumen. Setiap peningkatan frekuensi pemadaman listrik bulanan tercatat berkaitan dengan penurunan minat pembelian EV pada periode berikutnya. Hal ini terutama terjadi di wilayah dengan infrastruktur listrik yang belum stabil.
Gangguan juga terlihat pada ekosistem pengisian daya. Kajian dalam jurnal Renewable and Sustainable Energy Reviews menyoroti bahwa cuaca ekstrem dan gangguan jaringan listrik dapat membuat stasiun pengisian (charging station) tidak berfungsi optimal. Kondisi ini menjadi tantangan di wilayah yang rawan bencana atau memiliki suplai listrik tidak konsisten.
Di sisi lain, perkembangan teknologi mulai menawarkan solusi baru. Salah satu inovasi yang semakin banyak dibahas adalah Vehicle-to-Home (V2H), yaitu sistem yang memungkinkan mobil listrik menjadi sumber daya listrik cadangan bagi rumah. Dalam kondisi darurat, energi dari baterai EV dapat dialirkan kembali ke rumah untuk menjaga kebutuhan listrik dasar tetap berjalan.
Penelitian dalam Electric Power Systems Research menunjukkan bahwa sistem V2H berpotensi besar mengurangi dampak pemadaman listrik pada rumah tangga, bahkan hingga tingkat yang sangat signifikan ketika sistem terintegrasi dengan baik. Selain itu, kombinasi dengan baterai penyimpanan rumah (home battery storage) semakin memperkuat ketahanan energi skala kecil.
Namun, risiko yang lebih nyata bagi pengguna EV bukanlah pemadaman listrik itu sendiri, melainkan kualitas instalasi pengisian daya. Organisasi keselamatan EV FireSafe mencatat bahwa sejumlah insiden kebakaran pada kendaraan listrik terjadi saat proses pengisian berlangsung atau segera setelahnya. Sebagian besar kasus tersebut berkaitan dengan instalasi yang tidak memenuhi standar keselamatan atau penggunaan perangkat yang tidak sesuai spesifikasi.
Dengan demikian, pengguna EV disarankan untuk lebih memperhatikan aspek teknis pengisian di rumah. Instalasi charger sebaiknya dilakukan oleh teknisi bersertifikat, menggunakan perangkat resmi, serta memastikan sistem kelistrikan rumah mampu menahan beban pengisian daya secara stabil. Fitur pengisian pintar juga dapat membantu mengatur waktu dan intensitas pengisian agar lebih aman dan efisien.
Secara keseluruhan, pemadaman listrik tidak menjadi ancaman langsung bagi baterai kendaraan listrik. Tantangan utama justru terletak pada kesiapan infrastruktur listrik, kualitas instalasi, dan kebiasaan pengguna dalam mengelola pengisian daya. Dengan dukungan teknologi baru seperti V2H dan sistem penyimpanan energi rumah, EV diproyeksikan semakin adaptif menghadapi gangguan listrik di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online
















































