Deretan Cedera Horor dalam Sejarah Piala Dunia

4 hours ago 2

Jumali

Jumali Jum'at, 19 Juni 2026 22:27 WIB

Deretan Cedera Horor dalam Sejarah Piala Dunia

Assim Madibo saat diganjar kartu merah/FIFA

Harianjogja.com, JOGJA—Kemenangan telak 6-0 Kanada atas Qatar dalam laga Piala Dunia 2026 di Stadion BC Place, Jumat (19/6/2026), mendadak berubah menjadi suasana duka. Gelandang andalan The Canucks, Ismael Kone, terpaksa mengakhiri turnamen lebih awal setelah mengalami cedera patah kaki yang mengerikan akibat tekel keras Assim Madibo pada menit ke-51.

Insiden terjadi saat Kanada tengah unggul 3-0. Madibo melancarkan tekel dari arah belakang yang membuat gelandang berusia 24 tahun tersebut langsung terkapar di lapangan. Reaksi histeris para pemain serta staf pelatih Kanada di tepi lapangan menjadi bukti betapa mengerikan dampak pelanggaran tersebut bagi pemain kelahiran Pantai Gading yang tumbuh besar di Montreal itu.

Wasit sempat memberikan kartu kuning, namun setelah meninjau melalui VAR, keputusan berubah menjadi kartu merah langsung. Ini merupakan pengusiran kedua bagi Qatar, setelah sebelumnya Homam El Amin juga menerima kartu merah pada menit ke-33 akibat pelanggaran terhadap Tajon Buchanan.

"Kejadiannya tepat di depan bangku cadangan; kami semua bisa mendengarnya," ujar pelatih Kanada Jesse Marsch seusai pertandingan, dikutip dari BBC. "Saya langsung tahu itu mirip dengan saat Tajon cedera saat latihan. Itu tepat di depan kami, dan semua orang bisa mendengar tulangnya patah."

Tim medis segera memasang penyangga udara pada kaki kiri Kone sebelum mengevakuasinya dengan tandu. Momen haru terjadi saat Kone, yang terpaksa memakai masker oksigen, melambaikan tangan kepada para pendukung Kanada yang terus meneriakkan namanya sebagai bentuk simpati.

Jurnalis Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa Kone mengalami patah tulang fibula dan tibia. Ia dipastikan absen selama 4 hingga 5 bulan dan harus mengubur mimpinya melanjutkan perjuangan di Piala Dunia 2026.

"Ismael Kone telah mengalami patah tulang fibula dan tibia. Dia saat ini di rumah sakit bersama ibunya, Suzanne, menerima dukungan psikologis sebelum menjalani operasi," tulis Romano.

Pemain Qatar, Assim Madibo, sempat meminta maaf di lapangan saat kejadian berlangsung. Ia bahkan mendatangi ruang ganti Kanada seusai pertandingan untuk menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Kone.

"Saya belum berbicara dengan Ismael, tetapi dia ada di rumah sakit. Dia akan menjalani operasi. Saya akan mengunjunginya setelah konferensi pers ini," ujar Marsch. "Hati kami ikut sedih untuknya. Semua orang sedikit terguncang oleh kejadian ini karena sifat cederanya, tetapi juga karena Ismael adalah bagian penting dari tim kami."

Nathan Saliba, yang masuk menggantikan Kone, mencetak gol keempat Kanada pada menit ke-64. Ia merayakannya dengan cara yang menyentuh, yakni mengangkat jersey milik Kone sebagai bentuk penghormatan bagi rekan setimnya yang sedang berjuang melawan cedera.

"Dia akan kembali lebih kuat dari sebelumnya dan dia akan terus memiliki karier yang hebat," kata Marsch memberikan dukungan bagi Kone.

Insiden yang menimpa Kone menambah catatan panjang sejarah kelam cedera horor di turnamen empat tahunan ini. Berikut adalah deretan cedera mengerikan yang pernah mengguncang panggung Piala Dunia:

  • Eduard Dubinski (Uni Soviet) - Piala Dunia 1962: Kasus ini menjadi salah satu yang paling tragis. Dubinski mengalami patah kaki seusai menerima tekel keras dari pemain Yugoslavia, Muhamed Mujic. Cedera ini tidak tertangani dengan baik hingga memicu komplikasi sarkoma, sejenis kanker otot langka. Tujuh tahun kemudian, Dubinski meninggal dunia di usia 34 tahun.

  • Patrick Battiston (Prancis) - Piala Dunia 1982: Momen kontroversial ini terjadi saat Prancis melawan Jerman Barat di semifinal. Pinggul kiper Jerman Barat, Harald Schumacher, menghantam wajah Battiston hingga tidak sadarkan diri. Battiston mengalami kerusakan tulang belakang dan kehilangan beberapa gigi, namun wasit tidak memberikan pelanggaran.

  • Tab Ramos (Amerika Serikat) - Piala Dunia 1994: Saat melawan Brasil di babak 16 besar, Ramos menerima sikutan dari Leonardo yang menyebabkan patah tulang tengkorak dan pendarahan otak. Ia harus menjalani perawatan intensif selama tiga bulan. Leonardo sempat mengunjungi Ramos di rumah sakit dan menangis melihat kondisinya.

  • Michael Owen (Inggris) - Piala Dunia 2006: Laga baru berjalan 51 detik saat melawan Swedia, Owen terjatuh akibat masalah pada lutut saat hendak mengoper bola. Hasil pemeriksaan menunjukkan robekan otot pada lutut kanan yang memaksanya absen selama sembilan bulan.

  • Yasser Al-Shahrani (Arab Saudi) - Piala Dunia 2022: Bek ini mengalami benturan hebat dengan rekan setimnya, Mohammed Al-Owais, saat melawan Argentina. Benturan itu mencederai kepala, dada, dan perutnya hingga ia harus menjalani operasi darurat di Riyadh. Al-Shahrani membutuhkan 133 hari untuk pulih dan sempat mengenakan topeng pelindung.

  • Christoph Kramer (Jerman) - Final Piala Dunia 2014: Kramer mengalami geger otak seusai kepalanya berbenturan dengan bahu Ezequiel Garay pada menit ke-17. Ia sempat terus bermain meski mengalami disorientasi parah. Kramer bahkan sempat bertanya kepada wasit apakah laga itu adalah final Piala Dunia, dan hingga kini memorinya mengenai babak pertama laga tersebut hilang permanen.

Kasus-kasus di atas menegaskan bahwa di balik kemeriahan panggung sepak bola dunia, terdapat risiko kesehatan yang sangat tinggi bagi para atlet. Cedera Ismael Kone kini menjadi pengingat pahit bagi semua pihak bahwa keselamatan pemain harus selalu menjadi prioritas utama di setiap pertandingan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |