Update Korban Gempa Venezuela: 920 Tewas, 3.630 Luka-Luka

3 hours ago 2

 920 Tewas, 3.630 Luka-Luka

Petugas penyelamat menyisir puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa bumi dahsyat di Caracas, Venezuela, pada 24 Juni 2026. Venezuela menetapkan status darurat nasional setelah dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang wilayah pesisir utara Karibia negara tersebut, menyebabkan kerusakan luas, melumpuhkan transportasi, serta memicu peringatan tsunami di seluruh kawasan itu. ANTARA/Diko Betancourt-Anadolu/pri.

Harianjogja.com, ANKARA— Korban jiwa akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela terus bertambah signifikan. Hingga Jumat (26/6/2026), jumlah korban meninggal dunia dilaporkan mencapai 920 orang, sementara 3.630 lainnya mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan.

Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodríguez, dalam pernyataan resminya yang disiarkan televisi nasional, mengungkapkan bahwa bencana ini dipicu oleh dua gempa besar yang terjadi hampir bersamaan pada Rabu (24/6/2026). Ia menyebut fenomena tersebut sebagai “gempa ganda” yang memberikan dampak kerusakan sangat luas, khususnya di wilayah pesisir utara.

“Kerusakan paling parah terjadi di negara bagian La Guaira, di mana banyak bangunan runtuh dan infrastruktur lumpuh,” ujar Rodríguez dilansir dari Anadolu.

Data sementara menunjukkan setidaknya 383 bangunan mengalami kerusakan berat, termasuk fasilitas umum dan permukiman warga. Akibatnya, lebih dari 3.000 orang terpaksa mengungsi dan kini tinggal di penampungan darurat yang telah disiapkan pemerintah, termasuk rumah sakit lapangan untuk menangani korban luka.

Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung hingga saat ini. Tim SAR Venezuela dibantu oleh personel internasional dikerahkan untuk mengevakuasi korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan. Proses ini terkendala oleh kondisi bangunan yang tidak stabil serta terbatasnya akses ke sejumlah lokasi terdampak.

Pemerintah juga mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat agar tidak melakukan perjalanan menuju wilayah La Guaira. Kemacetan lalu lintas yang terjadi dinilai dapat menghambat distribusi bantuan serta memperlambat proses evakuasi korban.

Sementara itu, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melaporkan bahwa dua gempa tersebut memiliki kekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 dengan selang waktu hanya 39 detik. Gempa terbesar berpusat di sekitar 14,3 mil tenggara Kota Yumare, negara bagian Yaracuy, sedangkan gempa lainnya terjadi di sekitar 14,9 mil timur laut Kota San Felipe.

Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah mengingat proses evakuasi belum sepenuhnya selesai. Pemerintah Venezuela juga tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak internasional untuk mempercepat penanganan darurat serta pemulihan pascabencana.

Bencana ini menjadi salah satu gempa paling mematikan yang melanda Venezuela dalam beberapa dekade terakhir, sekaligus menambah daftar panjang tragedi alam yang mengguncang kawasan Amerika Latin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |