
Pertandingan antara Arsenal vs Manchester City/Instagram: mancity
Harianjogja.com, JOGJA—Debut kompetitif pertama Enzo Maresca sebagai manajer Manchester City berakhir dengan kekecewaan. Skuad The Citizens harus mengakui keunggulan Arsenal dengan skor telak 0-3 dalam laga Community Shield 2026 yang digelar di Stadion Principality, Cardiff, pada Minggu (16/8/2026) malam WIB.
Gol cepat Riccardo Calafiori yang tercipta hanya 24 detik setelah kick-off menjadi awal mimpi buruk bagi Maresca. Kai Havertz menggandakan keunggulan Arsenal pada menit ke-28, sebelum Martin Odegaard menutup pesta gol The Gunners pada menit ke-48.
Namun, kekalahan telak ini rupanya tidak menyurutkan langkah Maresca di pasar transfer. Sang pelatih menegaskan bahwa Man City akan tetap aktif berburu pemain baru pada sisa waktu bursa transfer musim panas 2026.
Maresca: Kami Sudah Tahu yang Harus Dilakukan
Usai laga, Maresca menegaskan bahwa rencana transfernya tidak dipengaruhi oleh hasil pertandingan. Ia mengaku tim pelatih sudah memiliki gambaran jelas tentang kebutuhan skuad sebelum kick-off Community Shield.
"Kami sudah tahu sebelum pertandingan hal-hal yang perlu kami lakukan. Bukan karena kami kalah atau menang kami berpikir berbeda," kata Maresca dikutip dari Reuters.
"Kami cukup jelas tentang apa yang perlu kami lakukan dan kami pasti akan melakukan sesuatu sebelum kesempatan ini hilang," lanjutnya.
Pernyataan ini menegaskan bahwa kekalahan dari Arsenal justru menjadi pemicu bagi Man City untuk semakin agresif di bursa transfer, bukan alasan untuk mundur.
Rekor Transfer: Elliot Anderson £116 Juta
Salah satu langkah besar yang sudah diambil Man City adalah mendatangkan Elliot Anderson dari Nottingham Forest dengan nilai transfer rekor klub: £116 juta (sekitar Rp2,78 triliun) .
Anderson, gelandang timnas Inggris berusia 23 tahun, menjadi pembelian termahal dalam sejarah Manchester City dan salah satu transfer termahal untuk pemain Inggris. Ia didatangkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Bernardo Silva.
"Dia gelandang bertahan," jelas Maresca tentang peran Anderson di skuadnya.
Transfer ini menandai awal baru bagi Man City pasca-kepergian Pep Guardiola, yang meninggalkan kursi manajer pada akhir musim 2024/2025.
Target Baru: Ayyoub Bouaddi £85 Juta
Tak berhenti di Anderson, Man City dikabarkan selangkah lagi merampungkan perekrutan gelandang muda Maroko, Ayyoub Bouaddi, dari Lille. Nilai transfer pemain berusia 18 tahun itu diperkirakan mencapai £85 juta (sekitar Rp2 triliun) .
Bouaddi menjadi incaran utama Man City untuk memperkuat lini tengah setelah Rodri dikabarkan akan hengkang ke Barcelona. Ia juga menjadi target Arsenal, namun Man City disebut lebih unggul dalam perburuan pemain muda berbakat asal Maroko itu.
Ketika disinggung mengenai potensi kedatangan Bouaddi, Maresca enggan berbicara spesifik. Namun, ia memberi sinyal kuat bahwa kesepakatan bisa segera tuntas.
"Dia masih pemain Lille. Tapi setiap pemain baru yang direkrut, setiap pemain baru, pastinya begitu mereka tiba, keadaannya akan lebih baik," ujarnya.
"Jika mereka mulai bekerja sama dengan kami sesegera mungkin, akan lebih baik jika mereka juga memahami cara kami harus bermain," lanjut Maresca.
Pujian Arteta untuk Tzolis
Di kubu seberang, Mikel Arteta tak bisa menyembunyikan kekagumannya terhadap performa rekrutan anyar Arsenal, Christos Tzolis. Pemain asal Yunani berusia 24 tahun itu sukses menjadi kreator utama dengan mencetak dua assist dalam debut kompetitifnya.
Tzolis menjadi pemain pertama yang mencetak dua assist dalam satu pertandingan Community Shield sejak David Beckham pada 1996 (saat membela Manchester United melawan Newcastle United).
"Saya rasa ia beradaptasi dengan sangat alami di dalam skuad," kata Arteta kepada TNT Sports.
"Tingkat pemahamannya luar biasa, ia adalah pemain yang mampu mengambil keputusan tepat ketika banyak orang terburu-buru dan mengambil keputusan yang keliru. Ia sangat cerdas dan akurat," puji Arteta.
Dengan tambahan dua assist tersebut, Tzolis kini telah terlibat dalam setidaknya satu gol dalam 19 pertandingan klub berturut-turut di mana ia bermain minimal 30 menit.
Era Baru Man City di Bawah Maresca
Kekalahan 0-3 dari Arsenal menjadi rekor terburuk Man City di Community Shield sejak 2014, ketika mereka juga dikalahkan Arsenal dengan skor yang sama. Ini juga menjadi kekalahan terberat Man City tanpa gol melawan tim Inggris sejak November 2024 (0-4 dari Tottenham Hotspur).
Namun, Maresca tak mau larut dalam kesedihan. Ia memilih fokus membangun skuad yang kompetitif dengan terus bergerak di pasar transfer. Dengan rekrutan Anderson dan potensi kedatangan Bouaddi, Man City menunjukkan ambisi besar untuk tetap bersaing di puncak Premier League musim 2026/2027, meskipun memulai musim dengan start yang kurang ideal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.








































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5215189/original/094397100_1746795977-20250509AA_Persija_Jakarta_vs_Bali_United-8.jpg)

