Foto ilustrasi getaran gempa tercatat pada seismograf. / istock
Harianjogja.com, JOGJA—Masyarakat di wilayah sekitar Laut Maluku diminta tetap waspada setelah gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,6 mengguncang wilayah Pantai Barat Daya Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4/2026) pukul 05.48 WIB.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Profesor Teuku Faisal Fathani mengonfirmasi bahwa tsunami telah terdeteksi di tiga lokasi berbeda menyusul guncangan hebat tersebut. Berdasarkan hasil observasi muka air laut, wilayah Minahasa Utara menjadi daerah dengan kenaikan air tertinggi.
"Hasil observasi muka air laut tsunami terdeteksi di tiga lokasi yang baru masuk, yaitu Halmahera Barat pukul 06.08 dengan ketinggian 0,3 meter, kemudian Bitung pada pukul 06.15 pada ketinggian 0,2 meter, dan Minahasa Utara pukul 06.16 WIB dengan ketinggian 0,75 meter," ujarnya dalam konferensi pers sebagaimana dipantau Harianjogja.com, Kamis Pagi
Status Siaga di Empat Wilayah
Hasil pemodelan BMKG sebelumnya telah menunjukkan adanya tsunami di wilayah Kota Ternate, Halmahera, Tidore, dan Bitung. Keempat wilayah tersebut ditetapkan dalam status Siaga. "Ketinggian tsunami diperkirakan berkisar antara 0,5 hingga 3 meter," jelasnya.
Gempa yang berpusat di laut pada jarak 129 km arah Tenggara Bitung ini berada pada kedalaman 33 km. Kepala BMKG menjelaskan bahwa peristiwa ini merupakan jenis gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi Laut Maluku.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault," tambahnya.
Dampak guncangan dirasakan sangat kuat di Kota Ternate dengan skala intensitas V-VI MMI, yang mengakibatkan kerusakan bangunan. Sejauh ini, laporan kerusakan telah masuk meliputi Gedung KONI Sario Manado serta Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Kota Ternate.
Hingga pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 11 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar mencapai 5,5. Masyarakat diimbau untuk menjauhi kawasan pantai dan mengikuti arahan dari BPBD setempat hingga status ancaman tsunami resmi dicabut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































