Tragis! Pemuda Sragen Tewas Tertemper KA Malioboro Express

5 hours ago 5

Tragis! Pemuda Sragen Tewas Tertemper KA Malioboro Express

Tim gabungan menangani jenazah korban temperatur KA Malioboro express saat ada KA Biar lewat di jalur perlintasan Beloran, Sragen Kulon, Sragen, Sabtu (13/6/2026). (Solopos/Tri Rahayu)

Harianjogja.com, SRAGEN— Peristiwa tragis terjadi di wilayah Sragen Kulon, Kabupaten Sragen, Sabtu (13/6/2026) siang. Seorang pemuda bernama Tony Wanda Apriyanto, 25, warga Mojo Wetan, dilaporkan meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api Malioboro Express di perlintasan sebidang Beloran.

Kejadian nahas tersebut berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB di perbatasan Kelurahan Sine dan Sragen Kulon. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di antara dua jalur rel kereta api, memicu perhatian warga sekitar yang kemudian berbondong-bondong mendatangi lokasi.

Kabar duka ini pertama kali diketahui keluarga korban yang sejak siang hari berupaya mencari keberadaan Tony. Ibunda korban, Reni Rosmalati, mengaku memiliki firasat tidak enak sebelum akhirnya menemukan sejumlah barang pribadi milik anaknya di sekitar lokasi kejadian.

“Saya tadi habis jagong di Karangmalang, tapi hati rasanya tidak tenang. Setelah azan Zuhur saya mencari anak saya, lalu menemukan sepedanya di Beloran. Di bekas warung saya temukan dompet, HP, charger, rokok, dan kacamata. Saat saya lihat ke rel, anak saya sudah meninggal dunia,” tuturnya dengan suara bergetar.

Menurut Reni, korban baru saja pulang dari Jakarta, tempatnya bekerja. Ia juga menyebut adanya perubahan perilaku pada anaknya dalam beberapa hari terakhir. Tony disebut sempat mengutarakan keinginan untuk melanjutkan sekolah ke Jerman serta terlihat sering mondar-mandir tanpa tujuan yang jelas.

Sementara itu, Satpam Stasiun Sragen, Bambang Wijanarko, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari awak KA Malioboro Express terkait adanya seseorang yang tertemper di dekat perlintasan Beloran. Petugas kemudian segera menuju lokasi dan menemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

“Dari keterangan warga, korban sempat terlihat mondar-mandir di sekitar rel hingga tiga kali sebelum kejadian. Kereta saat itu sebenarnya sudah melambat karena akan berhenti di Stasiun Sragen,” jelasnya.

Kereta yang terlibat merupakan KA Malioboro Express dengan nomor perjalanan KA 170 rute Bandung–Malang.

Tim gabungan dari berbagai instansi langsung melakukan penanganan di lokasi. Sekretaris PSC 119 Sukowati Sragen, Nengah Adnyana Oka Manuaba, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah unsur seperti Puskesmas Sragen Kota, PMI, serta relawan untuk proses evakuasi.

Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara oleh Unit Inafis Polres Sragen, jenazah korban dievakuasi ke Instalasi Forensik RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen menggunakan ambulans PMI.

Oka menambahkan, korban mengalami luka berat akibat benturan keras dengan kereta api. Proses evakuasi melibatkan berbagai pihak, termasuk petugas KAI, Polri, Tagana, SAR, Pramuka Peduli, Banser, serta relawan setempat.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kejadian. Sementara itu, keluarga korban telah menerima musibah tersebut dan menunggu proses pemulasaraan jenazah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : espos.id

Abdul Hamied Razak

Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |