Jumali Jum'at, 10 Juli 2026 15:47 WIB

Kylian Mbappe/Instagram: Reuterssport
Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Prancis mendapat kabar melegakan setelah Kylian Mbappe dipastikan tidak mengalami cedera serius meski sempat ditarik keluar saat menghadapi Maroko pada perempat final Piala Dunia 2026, Jumat (10/7/2026) dini hari WIB.
Insiden tersebut sempat membuat pendukung Les Bleus khawatir. Pasalnya, Mbappe terlihat kesakitan setelah pergelangan kaki kanannya terinjak pemain belakang Maroko, Issa Diop, di tengah pertandingan yang berlangsung di Stadion Gillette, Foxborough, Massachusetts.
Meski demikian, kondisi penyerang berusia 27 tahun itu dipastikan tidak mengkhawatirkan dan diperkirakan siap tampil saat Prancis menjalani pertandingan semifinal.
Cedera Terjadi Setelah Cetak Gol
Prancis memastikan tiket ke semifinal usai mengalahkan Maroko dengan skor 2-0. Mbappe menjadi salah satu aktor utama kemenangan tersebut.
Setelah gagal mengeksekusi penalti pada babak pertama, kapten Les Bleus itu berhasil membayar kesalahannya dengan mencetak gol pembuka pada menit ke-60.
Enam menit berselang, Mbappe kembali berkontribusi lewat assist yang diselesaikan Ousmane Dembele menjadi gol kedua Prancis.
Namun suasana gembira sempat berubah ketika Mbappe mengalami benturan pada pergelangan kaki kanannya setelah duel dengan pemain belakang Maroko.
Ia masih mencoba melanjutkan pertandingan sebelum akhirnya meminta diganti pada menit ke-77. Posisi Mbappe kemudian digantikan Jean-Philippe Mateta.
Seusai laga, Mbappe langsung meredakan kekhawatiran publik dengan memastikan cedera yang dialaminya tidak serius.
"Saya terkena benturan di pergelangan kaki, tetapi saya baik-baik saja. Saat itu JP (Mateta) berada dalam kondisi yang lebih baik untuk memainkan menit-menit terakhir," kata Mbappe, dikutip dari AP.
Pelatih Prancis Didier Deschamps juga memberikan penjelasan serupa terkait kondisi pemain andalannya tersebut.
"Dia hanya merasakan sedikit nyeri di pergelangan kaki. Tidak ada yang serius," ujar Deschamps.
Bangkit Setelah Gagal Penalti
Mbappe mengungkapkan kegagalannya mengeksekusi penalti pada babak pertama dipengaruhi proses peninjauan VAR yang berlangsung cukup lama.
Menurutnya, jeda panjang tersebut membuat fokusnya terganggu sebelum mengambil tendangan dari titik putih.
"Saya kehilangan konsentrasi. Itu situasi yang belum pernah saya alami sebelumnya," ujarnya.
Meski gagal mencetak gol melalui penalti, Mbappe menunjukkan mentalitas kuat dengan bangkit pada babak kedua.
Gol yang dicetaknya ke gawang Yassine Bounou menjadi titik balik yang membuka jalan kemenangan bagi Prancis.
Kontribusi tersebut membuat Mbappe kini mengoleksi delapan gol sepanjang Piala Dunia 2026. Jumlah itu menyamai torehan Lionel Messi dalam daftar pencetak gol terbanyak sementara turnamen.
Dengan catatan assist yang lebih banyak, Mbappe untuk sementara berada di posisi terdepan dalam persaingan meraih Sepatu Emas.
Bidik Final dan Rekor Baru
Selain membawa Prancis melangkah ke semifinal untuk ketiga kali secara beruntun, gol ke gawang Maroko juga mempertegas status Mbappe sebagai salah satu pemain paling produktif dalam sejarah Piala Dunia.
Hingga saat ini, ia telah mencetak 20 gol dalam 20 pertandingan Piala Dunia sepanjang kariernya.
Catatan tersebut membuatnya hanya terpaut satu gol dari Lionel Messi yang mengoleksi 21 gol di ajang sepak bola terbesar dunia itu.
Pada semifinal nanti, Prancis akan menghadapi pemenang pertandingan antara Spanyol dan Belgia.
Meski sudah melangkah jauh, Mbappe menegaskan target timnya belum berubah, yakni merebut gelar juara dunia.
"Satu-satunya cara untuk merasa tenang adalah dengan menang. Kami senang sudah mencapai semifinal, tetapi perjalanan masih panjang dan tantangan berikutnya akan jauh lebih berat. Kami siap menghadapinya," kata Mbappe.
Dengan kondisi fisik yang dipastikan aman, Prancis kini bisa menatap semifinal dengan lebih percaya diri. Kehadiran Mbappe tentu menjadi modal penting bagi Les Bleus untuk menjaga peluang kembali tampil di partai final dan memburu gelar Piala Dunia berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































