Spanyol vs Belgia: Rekor 5 Kemenangan Beruntun La Roja

3 hours ago 1

Jumali

Jumali Jum'at, 10 Juli 2026 22:37 WIB

 Rekor 5 Kemenangan Beruntun La Roja

Trofi Piala Dunia - ist/FIFA

Harianjogja.com, JOGJA—Spanyol akan meladeni Belgia pada perempat final Piala Dunia 2026 dalam duel yang diprediksi berlangsung sengit. Di atas kertas, Belgia memiliki kualitas untuk mengimbangi Spanyol, tetapi rekor pertemuan lebih memihak La Roja.

Dari 22 pertemuan, Spanyol meraih 12 kemenangan dan selalu mengalahkan Belgia dalam lima pertemuan terakhir sejak Oktober 2004 hingga September 2016. Bagi masyarakat awam, rekor ini menjadi fakta menarik yang menunjukkan dominasi Spanyol atas Belgia dalam dua dekade terakhir, meskipun Belgia saat ini memiliki skuad yang lebih matang dan berpengalaman.

Secara statistik, Belgia memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan lawan-lawan Spanyol sebelumnya. Namun, La Roja diperkirakan tetap mendominasi penguasaan bola berkat kemampuan membangun serangan dari lini ke lini. Peran Rodri, Pedri, dan Lamine Yamal menjadi kunci permainan Spanyol. Sebanyak 17% distribusi umpan tim berasal dari Rodri, sedangkan Pedri menjadi pemain paling aktif membuka ruang dan melakukan pressing dengan 195 aksi. Yamal juga menjadi target umpan utama Spanyol dengan menerima 119 operan, melampaui Leandro Trossard yang menjadi tujuan utama serangan Belgia.

Di kubu Belgia, Trossard dan Youri Tielemans menjadi motor permainan. Kombinasi Tielemans bersama Amadou Onana atau Nicolas Raskin maupun Hans Vanaken di lini tengah berpotensi mengganggu dominasi Rodri. Namun, Onana dipastikan absen akibat cedera, yang menjadi pukulan telak bagi lini tengah Belgia. Jika Belgia mampu mengimbangi pertarungan di lini tengah, Kevin De Bruyne akan memiliki ruang lebih leluasa untuk menyuplai bola kepada Romelu Lukaku atau Charles De Ketelaere. Kehadiran De Bruyne sebagai playmaker kelas dunia bisa menjadi pembeda jika ia mendapat ruang yang cukup.

Pertandingan juga diprediksi berlangsung sengit di sektor sayap. Sebagian besar gol kedua tim sepanjang turnamen lahir dari skema serangan di area tersebut. Spanyol dengan Yamal dan Nico Williams di sisi sayap akan menjadi ancaman serius bagi pertahanan Belgia, sementara Belgia mengandalkan kecepatan Trossard dan Doku untuk menusuk dari sisi sayap.

Catatan tersebut menjadi modal positif bagi Spanyol, meski Belgia berpeluang menjadikannya sebagai momentum untuk membalikkan sejarah. Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, laga ini menjadi tontonan yang menarik karena mempertemukan dua kekuatan Eropa dengan gaya permainan yang kontras. Spanyol dengan penguasaan bola khas tiki-taka-nya akan berhadapan dengan Belgia yang mengandalkan serangan balik cepat dan transisi yang mematikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |