Sri Sultan Dorong PSIM Jogja Perkuat Kemandirian Finansial

3 hours ago 1

Sri Sultan Dorong PSIM Jogja Perkuat Kemandirian Finansial

Dirut PSIM Jogja Liana Tasno saat diwawancarai awak media usai bertemu Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan, Kamis (27/8/2026) siang./Harian Jogja-Ariq Fajar Hidayat

Harianjogja.com, JOGJA— Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta PSIM Jogja mulai mencari sumber pendapatan baru agar tidak terus bergantung pada suntikan dana dari pengusaha. Pesan tersebut disampaikan Sultan saat menerima manajemen PSIM Jogja di Kompleks Kepatihan, Kamis (27/8/2026) siang.

Direktur Utama PSIM Jogja Liana Tasno mengatakan dalam pertemuan tersebut Sultan memberikan sejumlah masukan mengenai pengelolaan klub, termasuk bagaimana PSIM membangun sumber pemasukan yang lebih berkelanjutan.

Menurut Liana, Sultan mendorong PSIM mengembangkan revenue tambahan. Sejumlah opsi turut dibahas, termasuk mencari skema investasi tambahan hingga penerbitan obligasi.

“Bisa nggak kamu cari investasi tambahan dari revenue, supaya PSIM ini nggak bergantung kepada bohir atau pengusaha saja. Bagaimana kita bisa mencari revenue tambahan, misalnya buka obligasi segala macam,” kata Liana menirukan pesan Sultan.

PSIM Diminta Bangun Sumber Pendapatan Berkelanjutan

Liana menilai masukan Sri Sultan menunjukkan perhatian terhadap tantangan pengelolaan klub sepak bola. Pembicaraan tersebut, kata dia, tidak sebatas membahas persoalan teknis tim, tetapi juga menyentuh aspek manajerial dan kepemimpinan.

PSIM saat ini bersiap menghadapi kompetisi Super League 2026/2027. Kompetisi tersebut menjadi musim kedua bagi PSIM di kasta teratas setelah promosi pada dua musim sebelumnya.

Karena itu, penguatan sisi bisnis menjadi bagian penting agar keberlangsungan klub tidak hanya bergantung pada pemilik maupun pengusaha. PSIM didorong memiliki sumber revenue yang dapat menopang operasional klub secara lebih mandiri.

Sri Sultan Ingatkan Disiplin Pemain

Selain membahas finansial, Sri Sultan juga mengingatkan manajemen PSIM Jogja agar memperhatikan kedisiplinan dan integritas pemain. Salah satu hal yang disinggung adalah pola hidup pemain.

“Dilihatin ya anak-anak, jangan makan gorengan. Nanti di belakang diam-diam dia makan gorengan,” ujar Liana menirukan candaan sekaligus pesan Sultan kepada manajemen PSIM.

Sultan juga memberikan wejangan kepada Liana mengenai kepemimpinan sebagai Direktur Utama PSIM. Ia mendapat pesan agar lebih mampu mengendalikan emosi ketika memimpin klub.

“Jangan marah-marah,” kata Liana menirukan pesan Sultan.

Liana kemudian bercanda kepada Sultan bahwa sejak PSIM berada di Super League, dirinya sudah tidak sering marah-marah seperti ketika klub masih berlaga di Liga 2.

Liana Perkenalkan Jean-Paul Van Gastel

Dalam pertemuan di Kompleks Kepatihan tersebut, Liana juga memperkenalkan pelatih kepala PSIM, Jean-Paul Van Gastel, kepada Sri Sultan.

Liana menyebut Van Gastel memiliki leadership yang baik. Pelatih tersebut juga dinilai memiliki pengalaman dan portofolio di sepak bola internasional.

Pertemuan dengan Sri Sultan berlangsung ketika PSIM tengah mematangkan persiapan menghadapi musim baru Super League 2026/2027. Agenda terdekat klub adalah memperkenalkan skuad melalui pertandingan persahabatan.

PSIM akan menggelar launching tim melalui laga persahabatan melawan tim Championship, Deltras Sidoarjo, di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Sabtu (29/8/2026).

Setelah agenda tersebut, PSIM dijadwalkan menghadapi Persita Tangerang pada laga perdana Super League 2026/2027 di SSA, Sabtu (5/9/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |