Gempa Flores, 19 Puskesmas Belum Pulih dan 122 Tenda Disiapkan

2 hours ago 1

Gempa Flores, 19 Puskesmas Belum Pulih dan 122 Tenda Disiapkan

Pasukan Korpasgat TNI AU dan BNPB mengevakuasi seorang warga yang menjadi korban gempa di NTT, Sabtu (22/8/2026). ANTARA/HO-Humas TNI AU\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Sebanyak 19 puskesmas di wilayah terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga kini belum beroperasi secara penuh. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut kondisi tersebut terutama dipengaruhi kekhawatiran masyarakat dan tenaga kesehatan terhadap gempa susulan.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan sebagian besar bangunan puskesmas sebenarnya tidak mengalami kerusakan berat. Namun, trauma akibat gempa membuat masyarakat masih enggan menjalani perawatan di dalam bangunan.

“Untuk kesehatan, saat ini hanya tinggal 19 puskesmas yang belum beroperasi penuh. Puskesmas-puskesmas ini rata-rata karena ketakutan akibat gempa susulan, bangunannya tidak terlalu rusak, tetapi masyarakat itu takut untuk dirawat di dalam rumah sakit,” kata Suharyanto saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam agenda peninjauan penanganan dampak gempa bumi di Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).

Untuk menjaga pelayanan kesehatan tetap berjalan, pemerintah menyiapkan tenda pelayanan di sekitar fasilitas kesehatan yang terdampak. Sebanyak 122 tenda telah didirikan di depan puskesmas sehingga masyarakat dapat memperoleh pengobatan tanpa harus masuk ke dalam bangunan.

“Nah, ini juga kami bangun tenda-tenda di depan puskesmas, ada 122 tenda,” ujarnya.

Dua Rumah Sakit Lapangan Dikerahkan

Selain tenda pelayanan, pemerintah mengerahkan rumah sakit lapangan untuk mendukung fasilitas kesehatan yang terdampak cukup parah.

Suharyanto menjelaskan terdapat dua rumah sakit umum yang terdampak sehingga tidak dapat memberikan pelayanan pasien secara normal. Sebagai pengganti, rumah sakit lapangan didatangkan ke dua lokasi, yakni Nagekeo dan Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai.

“Ada dua rumah sakit yang memang terdampak parah, rumah sakit umum karena tidak bisa melakukan pelayanan pasien di situ, kami sudah datangkan rumah sakit lapangan yaitu di Nagekeo dan di Ruteng,” kata Suharyanto.

Ketika Presiden Prabowo memastikan jumlah rumah sakit lapangan yang dikerahkan, Suharyanto kembali menegaskan terdapat dua unit.

“Dua rumah sakit lapangan. Ada di Ruteng dan di Nagekeo,” ujarnya.

Suharyanto juga menawarkan kepada Presiden Prabowo untuk melihat langsung operasional rumah sakit lapangan yang berada di Nagekeo.

Dua Kapal Rumah Sakit Perkuat Layanan

Dukungan layanan kesehatan juga diperkuat TNI Angkatan Laut dengan mengerahkan dua kapal rumah sakit ke wilayah terdampak gempa Flores.

Suharyanto mengatakan kapal rumah sakit KRI Dr. Soeharso telah menjalankan pelayanan kesehatan di Kabupaten Manggarai. Sementara kapal rumah sakit Kesatria Airlangga telah beroperasi di Manggarai Timur.

“Dari Angkatan Laut juga mengirimkan dua kapal rumah sakit. Yang pertama adalah KRI Dr. Soeharso, ini sudah melaksanakan kegiatan di Kabupaten Manggarai, kemudian rumah sakit kapal Kesatria Airlangga sudah melaksanakan kegiatan di Manggarai Timur,” katanya.

Presiden Prabowo kemudian memastikan kembali jumlah kapal rumah sakit yang dikerahkan dalam penanganan dampak gempa tersebut.

“Dua kapal,” jawab Suharyanto kepada Prabowo.

Dengan dukungan tenda pelayanan, rumah sakit lapangan, dan kapal rumah sakit tersebut, pelayanan kesehatan tetap dijalankan di tengah kondisi sejumlah fasilitas kesehatan yang belum dapat beroperasi secara penuh pascagempa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |