PBB Kirim Bantuan untuk Korban Banjir di Perbatasan China-Nepal

4 hours ago 1

Newswire

Newswire Kamis, 27 Agustus 2026 14:17 WIB

PBB Kirim Bantuan untuk Korban Banjir di Perbatasan China-Nepal

Truk terendam banjir yang terjadi di Nepal./istimewa-RRI.co.id

Harianjogja.com, WASHINGTON— Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengerahkan bantuan dan personel kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir parah di perbatasan China dan Nepal. Bencana tersebut telah menewaskan sedikitnya 160 orang dan menyebabkan lebih dari 680 orang hilang.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyampaikan bahwa tim PBB bersama mitra kemanusiaan telah dikirim untuk mendukung masyarakat terdampak, khususnya dalam penanganan bencana di Nepal.

"Saya berduka cita atas banjir parah yang terjadi di Nepal dan China yang telah merenggut banyak nyawa, menyebabkan sejumlah orang hilang, serta menimbulkan kerusakan besar," kata Guterres melalui platform media sosial X, Rabu (26/8).

Guterres juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mendoakan agar mereka yang terluka segera pulih.

"Di Nepal, PBB membantu mitigasi yang dipimpin pemerintah. Tim PBB dan mitra kemanusiaan mengirimkan bantuan dan personel untuk mendukung masyarakat yang terdampak banjir," tambahnya.

Infrastruktur Nepal Rusak Parah

Dampak banjir tidak hanya dirasakan masyarakat yang kehilangan anggota keluarga atau masih menunggu kabar orang hilang. Infrastruktur penting di Nepal juga mengalami kerusakan akibat derasnya aliran air bercampur lumpur.

Berdasarkan data pemerintah Nepal, sebanyak 13 proyek pembangkit listrik tenaga air hancur akibat bencana tersebut. Jalan sepanjang 40 kilometer juga rusak, sementara sekitar 200 truk dan 19 jembatan terseret derasnya aliran air bercampur lumpur.

Banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah Nepal yang berbatasan dengan China. Kondisi tersebut turut membuat sejumlah warga Amerika Serikat dan Kanada yang berada di kawasan terdampak belum diketahui keberadaannya.

AS dan Kanada Siap Beri Bantuan

Amerika Serikat dan Kanada menyatakan kesiapan memberikan bantuan darurat kepada Nepal setelah banjir bandang dan tanah longsor dahsyat melanda wilayah tersebut pada Rabu (26/8).

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan pemerintah Washington siap memberikan dukungan kemanusiaan kepada Nepal.

“Departemen Luar Negeri siap mendukung Pemerintah Nepal dengan bantuan kemanusiaan yang diperlukan,” tulis Rubio melalui platform media sosial X.

Rubio juga menyampaikan solidaritas kepada rakyat Nepal dan mengatakan Washington “bersatu dalam doa” setelah bencana tersebut.

Dukungan serupa disampaikan Perdana Menteri Kanada Mark Carney. Ia menggambarkan bencana yang terjadi di Nepal sebagai sesuatu yang “sangat menghancurkan”.

“Warga Kanada memikirkan semua orang yang saat ini berada dalam kesulitan, mereka yang kehilangan orang tercinta, dan semua orang yang masih menunggu kepastian,” tulis Carney di X.

Carney menambahkan bahwa pemerintah Kanada siap memberikan dukungan kepada Nepal.

Puluhan Warga AS dan Kanada Masih Hilang

Otoritas Nepal menyebut sedikitnya 47 warga Amerika Serikat termasuk di antara orang-orang yang masih hilang. Selain itu, sebanyak 24 warga Kanada juga belum diketahui keberadaannya.

Namun, Washington dan Ottawa belum memastikan angka tersebut secara independen.

Di tengah upaya pencarian dan penanganan dampak bencana, jumlah korban secara keseluruhan telah mencapai sedikitnya 160 orang meninggal dunia. Lebih dari 680 orang lainnya masih dilaporkan hilang.

Kerusakan infrastruktur juga tercatat cukup besar. Menurut perkiraan pemerintah Nepal, banjir menghancurkan 13 proyek pembangkit listrik tenaga air dan jalan sepanjang 40 kilometer, sedangkan sekitar 200 truk serta 19 jembatan tersapu derasnya aliran air dan lumpur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |