Spanyol Belum Kebobolan, Austria Hadapi Ujian Berat

8 hours ago 5

Jumali

Jumali Kamis, 02 Juli 2026 16:27 WIB

Harianjogja.com, JOGJA— Timnas Spanyol mengusung status favorit saat menghadapi Austria dalam laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles, Jumat (3/7/2026) pukul 02.00 WIB. La Roja datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menampilkan performa impresif sepanjang fase grup.

Pasukan Luis de la Fuente memastikan diri sebagai juara Grup H dengan koleksi tujuh poin. Setelah ditahan imbang tanpa gol pada laga pembuka, Spanyol langsung menunjukkan kualitasnya dengan kemenangan telak atas Arab Saudi dan menutup fase grup dengan kemenangan penting atas Uruguay.

Yang paling mencolok bukan hanya produktivitas gol mereka, melainkan kokohnya pertahanan. Hingga memasuki fase gugur, Spanyol belum kebobolan satu gol pun.

Catatan tersebut mempertegas identitas baru La Roja yang kini tidak hanya mengandalkan penguasaan bola, tetapi juga disiplin bertahan yang sangat solid.

Statistik selama turnamen menunjukkan dominasi Spanyol. Lawan-lawan mereka kesulitan menciptakan peluang berbahaya, bahkan belum mampu melepaskan tembakan tepat sasaran pada babak pertama selama fase grup.

Dalam lima pertandingan terakhir di ajang Piala Dunia, Spanyol juga tidak pernah membiarkan lawan melepaskan lebih dari enam percobaan tembakan sepanjang pertandingan.

Performa itu turut memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 34 pertandingan di semua kompetisi, tidak termasuk adu penalti. Catatan tersebut hanya terpaut satu laga dari rekor terbaik dalam sejarah tim nasional Spanyol yang pernah dibukukan pada era keemasan 2007 hingga 2009.

Jika mampu mengatasi Austria, Spanyol akan menghadapi lawan berat di babak berikutnya karena pemenang laga Portugal kontra Kroasia sudah menanti.

Meski diunggulkan, Spanyol tetap harus mewaspadai Austria yang datang dengan semangat tinggi setelah mencatat pencapaian bersejarah.

Tim asuhan Ralf Rangnick berhasil lolos sebagai runner-up Grup J dengan empat poin. Kelolosan mereka ditentukan melalui hasil imbang dramatis 3-3 melawan Aljazair.

Gol Sasa Kalajdzic pada menit ke-96 menjadi penyelamat Austria sekaligus memastikan langkah mereka ke fase gugur.

Keberhasilan tersebut memiliki makna besar karena Austria akhirnya kembali melewati fase grup Piala Dunia setelah penantian selama 72 tahun sejak edisi 1954.

Namun, perjalanan Austria sejauh ini juga memperlihatkan sejumlah kelemahan yang bisa dimanfaatkan Spanyol.

Pertahanan menjadi titik rawan utama. Austria tercatat gagal mencatatkan clean sheet dalam 12 pertandingan beruntun di putaran final Piala Dunia.

Situasi tersebut menjadi perhatian serius mengingat mereka akan menghadapi salah satu lini tengah terbaik di turnamen yang dihuni Rodri, Pedri, hingga Dani Olmo.

Dari kubu Spanyol, Luis de la Fuente masih harus memantau kondisi beberapa pemain depan. Yeremy Pino dan Nico Williams mengalami masalah kebugaran, sementara Victor Munoz masih berpeluang tampil.

Meski demikian, kedalaman skuad Spanyol membuat absennya beberapa pemain tidak terlalu memengaruhi kekuatan tim. Alex Baena berpeluang kembali dipercaya sejak menit awal setelah tampil meyakinkan sepanjang fase grup.

Di lini tengah, persaingan juga berlangsung ketat dengan sejumlah nama seperti Fabian Ruiz, Mikel Merino, Gavi, dan Dani Olmo siap berebut tempat mendampingi Rodri serta Pedri.

Austria juga menghadapi situasi serupa. Marko Arnautovic dan David Alaba dilaporkan mengalami masalah ringan pada lutut setelah pertandingan terakhir. Namun keduanya diperkirakan tetap dapat dimainkan.

Kehadiran Alaba sangat krusial dalam menjaga stabilitas lini belakang Austria, sedangkan pengalaman Arnautovic dibutuhkan untuk membongkar pertahanan Spanyol yang belum tersentuh gol lawan.

Secara kualitas individu, kedalaman skuad, dan konsistensi performa, Spanyol memang berada satu tingkat di atas Austria.

Namun fase gugur selalu menghadirkan tekanan berbeda. Austria telah membuktikan kemampuan mereka bertahan di tengah situasi sulit dan berpotensi mengandalkan serangan balik cepat untuk mengejutkan lawan.

Jika mampu mempertahankan disiplin pertahanan dan mengendalikan tempo permainan seperti di fase grup, Spanyol memiliki peluang besar mengamankan tiket ke babak 16 besar. Sebaliknya, Austria membutuhkan penampilan sempurna untuk menciptakan salah satu kejutan terbesar pada Piala Dunia 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |