Sigit Mustofa Pimpin Warkaban 20262029, Perkuat Peran Diaspora Bantul

8 hours ago 5

Sigit Mustofa Pimpin Warkaban 20262029, Perkuat Peran Diaspora Bantul

Sigit Mustofa memimpin Warkaban periode 2026–2029 dengan fokus memperkuat organisasi, kolaborasi, dan kontribusi diaspora Bantul bagi masyarakat. /Istimewa.

Harianjogja.com, BEKASI—Paguyuban Warga Kabupaten Bantul (Warkaban) memasuki babak baru kepemimpinan. Dalam rangkaian Silaturahmi Warga Bantul yang digelar di Hotel Grand Travello Kota Bintang, Bekasi, akhir pekan lalu, Sigit Mustofa Nurudin resmi menerima estafet kepemimpinan Warkaban periode 2026–2029, menggantikan Didik Akhmadi.

Pergantian kepengurusan tersebut menjadi momentum memperkuat peran Warkaban sebagai wadah diaspora warga Bantul yang tidak hanya menjaga tali persaudaraan antarsesama perantau, tetapi juga memperluas kontribusi terhadap pembangunan daerah dan masyarakat.

Kegiatan itu diikuti anggota Warkaban dari berbagai daerah secara luring maupun daring, mulai dari Bandung, Yogyakarta, Sumatera, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, hingga Kalimantan Timur. Partisipasi lintas wilayah tersebut menunjukkan bahwa jarak geografis tidak mengurangi soliditas diaspora Bantul dalam menjaga komunikasi dan kolaborasi.

Kepemimpinan Baru Diminta Lanjutkan Program yang Sudah Berjalan

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Warkaban periode sebelumnya, Didik Akhmadi, memaparkan berbagai capaian organisasi selama masa kepemimpinannya.

Ia berharap kepengurusan baru dapat menjaga kesinambungan organisasi dengan melanjutkan program-program yang telah berjalan, sekaligus melakukan penyempurnaan sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman.

"Pengurus baru diharapkan dapat meneruskan program-program yang telah ada, mengambil hal-hal yang baik, serta memperbaiki hal-hal yang masih kurang sehingga Warkaban semakin berkembang dan bermanfaat bagi anggotanya," ujarnya.

Pemerintah DIY Nilai Warkaban Mitra Strategis

Kepala Badan Penghubung Daerah DIY, Nugrohoningsih, yang hadir sebagai pembina, menegaskan pemerintah daerah memandang Warkaban memiliki peran lebih luas daripada sekadar wadah silaturahmi warga Bantul di perantauan.

Menurutnya, organisasi tersebut juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sosial kemasyarakatan di luar daerah asal.

Dorong Nilai "Guyup Rukun Migunani" Menjadi Gerakan Nyata

Sejumlah penasihat Warkaban, yakni Roeshadi, Noor Syamsu Hidayat, H. R. Agus Sriyanto, dan Abdul Kholiq, menilai kepengurusan baru menghadapi tantangan untuk menerjemahkan nilai-nilai lokal menjadi program yang memberi dampak lebih luas.

Sebagai salah satu paguyuban besar yang telah diakui Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Warkaban dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Nilai "Guyup Rukun Migunani" diharapkan tidak berhenti sebagai slogan organisasi, tetapi diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Para penasihat juga berharap Warkaban mampu berkembang menjadi organisasi diaspora yang solid, inklusif, dan memiliki kontribusi nyata terhadap pembangunan sosial di Indonesia.

Perkuat Kolaborasi dan Pengembangan SDM

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Ketua Umum Warkaban periode 2026–2029, Sigit Mustofa Nurudin, menegaskan kepengurusan baru akan meneruskan program-program yang telah dirintis sembari memperluas kerja sama dengan berbagai pihak.

Kolaborasi akan diperkuat bersama pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, hingga organisasi kemasyarakatan.

"Warkaban akan menjadi rumah bersama bagi seluruh warga Bantul di mana pun berada. Kami ingin memperkuat persaudaraan sekaligus mendorong organisasi ini menjadi ruang kolaborasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota, daerah asal, dan masyarakat Indonesia secara lebih luas," kata Sigit.

Ke depan, Warkaban memprioritaskan penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia anggota, pengembangan jejaring profesional, kegiatan sosial dan kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, serta mempererat hubungan dengan Pemerintah Kabupaten Bantul dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Warkaban Perkuat Peran Diaspora Bantul

Paguyuban Warga Kabupaten Bantul merupakan organisasi yang menghimpun masyarakat asal Kabupaten Bantul yang menetap di berbagai daerah di Indonesia.

Sejak berdiri, Warkaban menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, menjaga nilai-nilai budaya Bantul, sekaligus membangun jejaring antarsesama warga perantauan.

Dalam perkembangannya, organisasi ini juga aktif menjalankan berbagai kegiatan di bidang sosial, kemanusiaan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, serta pengembangan sumber daya manusia. Selain itu, Warkaban berperan sebagai penghubung antara diaspora Bantul dengan Pemerintah Kabupaten Bantul maupun Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melalui semangat "Guyup Rukun Migunani", Warkaban berkomitmen terus memperkuat solidaritas, kolaborasi, dan kontribusi nyata warga Bantul di perantauan bagi kemajuan daerah asal sekaligus pembangunan masyarakat Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |