Tarif Masuk Rp5.000 Bikin Pantai Barat Bantul Diserbu Wisatawan

4 hours ago 3

Tarif Masuk Rp5.000 Bikin Pantai Barat Bantul Diserbu Wisatawan

Petugas TPR Pantai Pandansari tengah memungut tarif masuk ke wisatawan yang berkunjung, Selasa (7/7/2026). Sejak tarif retribusi pantai sisi barat Bantul turun jadi Rp5.000 kunjungan wisatawan ke tempat itu melonjak signifikan. Dokumentasi Istimewa

Harianjogja.com, BANTUL—Penurunan tarif retribusi objek wisata pantai di kawasan selatan sisi barat Kabupaten Bantul langsung memicu lonjakan kunjungan wisatawan. Dalam sepekan pertama setelah tarif masuk diturunkan menjadi Rp5.000 per orang per objek wisata, jumlah pengunjung melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode sebelumnya.

Data kunjungan selama 1-6 Juli 2026 menunjukkan sebanyak 7.455 wisatawan datang ke kawasan pantai mulai dari di Pantai Samas hingga di Pantai Pandansimo. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan periode 25-30 Juni 2026 yang hanya mencatat 3.842 pengunjung saat tarif retribusi masih menggunakan tiket terusan Rp15.000 per orang.

Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Barat Bantul, Suto Akhir, mengatakan peningkatan kunjungan terjadi tidak lama setelah kebijakan tarif baru diberlakukan pada 1 Juli 2026.

"Setelah tiket retribusi diturunkan menjadi Rp5.000 per orang per objek wisata mulai 1 Juli 2026, kunjungan wisatawan naik di atas 100 persen dibandingkan saat tiket retribusi Rp15.000 per orang," kata Suto, Selasa (7/7/2026).

Lonjakan tersebut menjadi indikasi bahwa harga tiket masuk masih menjadi salah satu pertimbangan utama masyarakat ketika memilih destinasi wisata keluarga. Dengan biaya yang lebih terjangkau, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan untuk mengunjungi beberapa pantai dalam satu perjalanan.

Dari sejumlah destinasi yang berada di kawasan pantai barat Bantul, Pantai Baru menjadi tujuan yang mencatat jumlah kunjungan paling tinggi selama periode tersebut. Setelah itu disusul oleh di Pantai Goa Cemara, di Pantai Pandansari, dan di Pantai Samas.

Meski jumlah wisatawan meningkat signifikan, kondisi tersebut belum otomatis meningkatkan penerimaan retribusi daerah. Menurut Suto, pendapatan yang masuk ke kas daerah masih berada di bawah capaian saat tarif masuk wisata masih dipatok Rp15.000 per orang.

Ia menjelaskan, dengan skema tarif baru sebesar Rp5.000, jumlah wisatawan harus meningkat jauh lebih besar agar penerimaan retribusi bisa menyamai pendapatan pada tarif lama.

"Kalau ingin pendapatan dari sektor retribusi sama dengan saat tarif Rp15.000, maka dibutuhkan peningkatan jumlah wisatawan hingga 300 persen," katanya.

Namun demikian, peningkatan kunjungan wisatawan dinilai membawa dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar dibandingkan sekadar penerimaan retribusi.

Ramainya wisatawan membuat aktivitas ekonomi di kawasan pantai ikut bergerak. Pedagang makanan dan minuman, penyedia jasa parkir, penyewaan wahana, hingga pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari sektor pariwisata mulai merasakan manfaat dari meningkatnya arus pengunjung.

"Yang jelas dengan melonjaknya kunjungan wisatawan ke Pansela barat Bantul ada perputaran uang yang cukup tinggi bagi pelaku wisata. Harapannya tentu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang menggantungkan usahanya dari sektor pariwisata," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, menilai peningkatan jumlah wisatawan tersebut sesuai dengan target yang diharapkan saat kebijakan penurunan tarif diberlakukan.

Meski demikian, ia menilai peningkatan kunjungan perlu dijaga agar tidak hanya bersifat sementara. Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan agenda dan atraksi rutin yang dapat menjadi alasan wisatawan untuk kembali datang ke kawasan pantai barat Bantul.

Menurutnya, pengelola destinasi wisata perlu lebih aktif mengembangkan kegiatan yang memiliki nilai jual dan pengalaman berbeda bagi wisatawan. Salah satu contoh yang mulai diminati adalah paket wisata pelepasan tukik yang dikembangkan di Pantai Goa Cemara.

"Kami sangat berharap teman-teman pengelola di destinasi kawasan barat ini yang mungkin bisa proaktif untuk membuat event. Misalnya di Goa Cemara dengan pelepasan tukik, itu sekarang sudah laku dijual menjadi paket wisata," pungkasnya.

Dengan meningkatnya jumlah wisatawan setelah tarif masuk diturunkan, kawasan wisata pantai di sisi barat Bantul kini menghadapi tantangan baru untuk menjaga tren kunjungan tetap tinggi melalui penambahan atraksi wisata, penguatan layanan, dan penciptaan pengalaman yang membuat wisatawan kembali berkunjung ke pantai-pantai favorit di Bantul.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |