
Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul/ kkp.go.id
Harianjogja.com, BANTUL—Sejumlah fasilitas penunjang nelayan senilai Rp22 miliar di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan, Bantul, hingga kini belum dapat dimanfaatkan. Meski seluruh pembangunan fisik telah rampung sejak awal 2026, operasional kawasan masih tertunda karena proses serah terima aset dari pemerintah pusat belum selesai.
Kondisi tersebut membuat berbagai fasilitas yang disiapkan untuk mendukung aktivitas nelayan masih belum berfungsi. Padahal, kawasan tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas penanganan hasil tangkapan sekaligus menekan biaya operasional nelayan di pesisir selatan Bantul.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul, Istriyani, mengatakan hingga saat ini belum ada informasi mengenai jadwal penyerahan aset dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kepada Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Poncosari sebagai penerima program.
"Belum ada informasi tanggal penyerahan total aset dari KKP kepada KDMP Poncosari selaku penerima program KNMP. Semoga secepatnya segera diserahkan," kata Istriyani, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, pembangunan fisik kawasan sebenarnya telah selesai sejak Januari 2026. Seluruh bangunan dan sarana pendukung yang direncanakan dalam program tersebut sudah berdiri dan tidak lagi dalam tahap konstruksi.
Namun hingga saat ini, fasilitas tersebut belum bisa digunakan karena pengelola belum memperoleh kewenangan resmi untuk menjalankan operasional kawasan.
Kondisi serupa juga disampaikan Lurah Poncosari, Supriyanto. Ia mengaku pemerintah kalurahan belum menerima informasi mengenai jadwal serah terima aset maupun waktu pembukaan kawasan bagi masyarakat.
"Belum diserahterimakan dan belum tahu kapan dibuka," ujarnya.
Supriyanto memastikan seluruh pekerjaan pembangunan di kawasan KNMP telah selesai dilakukan.
"Ya sudah selesai semua," katanya.
Program Kampung Nelayan Merah Putih Poncosari merupakan salah satu proyek yang disiapkan untuk memperkuat sektor perikanan tangkap di wilayah pesisir selatan Bantul.
Di dalam kawasan tersebut tersedia berbagai fasilitas penunjang yang dirancang untuk membantu aktivitas nelayan, mulai dari cold storage, pabrik es portabel, shelter coolbox, kios perbekalan, bengkel nelayan untuk perawatan mesin kapal, fasilitas doking kapal, hingga gedung perkantoran pengelola.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan lebih lama sebelum dipasarkan. Selain itu, fasilitas penyimpanan dan produksi es juga diproyeksikan mengurangi biaya yang selama ini harus dikeluarkan nelayan untuk menjaga kesegaran ikan setelah melaut.
Bagi nelayan di kawasan pesisir Bantul, keberadaan fasilitas tersebut menjadi penting karena berhubungan langsung dengan nilai jual hasil tangkapan dan efisiensi operasional saat melaut.
Namun hingga kini, manfaat yang diharapkan dari program senilai Rp22 miliar tersebut belum dapat dirasakan karena seluruh fasilitas masih menunggu proses administrasi penyerahan aset dari pemerintah pusat kepada pengelola yang ditunjuk.
Dengan belum dimulainya operasional KNMP Poncosari, sejumlah sarana yang dibangun untuk mendukung aktivitas perikanan tangkap di pesisir Bantul masih belum memberikan dampak ekonomi yang diharapkan bagi nelayan dan pelaku usaha yang menggantungkan aktivitasnya pada sektor kelautan dan perikanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































