Martinez Mundur, Portugal Bersiap Memulai Era Baru

2 hours ago 2

Jumali

Jumali Selasa, 07 Juli 2026 23:47 WIB

Martinez Mundur, Portugal Bersiap Memulai Era Baru

Cristiano Ronaldo/Instagram: Reuterssports

Harianjogja.com, JOGJA—Portugal memasuki babak baru setelah tersingkir dari Piala Dunia 2026. Kekalahan 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar tidak hanya mengakhiri langkah Selecao das Quinas di turnamen tersebut, tetapi juga menandai berakhirnya masa kepelatihan Roberto Martinez.

Meski gagal melangkah lebih jauh, Martinez menolak menganggap hasil yang diraih Portugal sebagai sebuah kegagalan. Menurutnya, tim tetap menunjukkan daya saing hingga menit-menit akhir saat menghadapi salah satu kandidat kuat juara.

Gol tunggal yang dicetak Mikel Merino pada masa injury time menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung ketat tersebut.

Dalam keterangannya yang dikutip ESPN, Martinez menilai Portugal telah berupaya maksimal sepanjang pertandingan.

"Kami tidak gagal. Kami kalah dalam pertandingan, melawan tim yang merupakan salah satu tim favorit," ujar Martinez.

Ia menegaskan hasil pertandingan di level tertinggi sering kali ditentukan oleh detail kecil yang sulit diprediksi.

"Kami menunjukkan talenta individu yang luar biasa. Menang atau kalah adalah tentang detail di laga besar, melawan tim besar. Sebuah tim dinyatakan gagal ketika mereka tidak mencoba untuk menang dan kami mencoba untuk menang hingga menit akhir," katanya.

Menurut Martinez, menjaga konsistensi hingga fase akhir Piala Dunia bukan perkara mudah, bahkan bagi negara-negara yang memiliki tradisi sepak bola kuat.

Ia menyebut banyak faktor yang dapat memengaruhi hasil pertandingan, mulai dari peluang yang membentur tiang hingga momen-momen krusial yang terjadi selama pertandingan berlangsung.

"Bukan hanya Portugal yang gagal ke babak akhir Piala Dunia. Tidak banyak negara yang bisa konsisten menembus babak akhir Piala Dunia. Sangat sulit bisa selalu konsisten dan lolos ke fase akhir," ujarnya.

Meski memberikan pembelaan terhadap performa tim, Martinez tetap mengambil keputusan untuk mengakhiri masa tugasnya sebagai pelatih Portugal setelah turnamen berakhir.

Keputusan tersebut membuat Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) harus segera menyiapkan pelatih baru untuk menghadapi agenda internasional berikutnya, termasuk kualifikasi dan persiapan menuju Euro 2028.

Sejumlah media Portugal menyebut nama Jorge Jesus sebagai kandidat terkuat pengganti Martinez.

Media olahraga Portugal, A Bola, melaporkan bahwa pelatih berusia 71 tahun itu menjadi pilihan utama Presiden FPF, Pedro Proenca, untuk memulai siklus baru menuju Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.

Jorge Jesus sebelumnya menangani klub Arab Saudi, Al Nassr, dan berhasil membawa tim tersebut menjuarai kompetisi liga musim 2025/2026.

Laporan sejumlah media juga menyebut hubungan baik Jorge Jesus dengan kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, menjadi salah satu pertimbangan penting dalam proses pencarian pelatih baru.

Dengan Ronaldo yang kini berusia 41 tahun dan masih menjadi figur sentral di tim nasional, kehadiran pelatih yang memiliki hubungan dekat dengannya dinilai dapat membantu proses transisi generasi di skuad Portugal.

Hingga Selasa (7/7/2026), FPF belum mengumumkan keputusan resmi terkait pengganti Roberto Martinez. Namun, nama Jorge Jesus terus menguat sebagai sosok yang berpeluang memimpin Portugal dalam menghadapi siklus kompetisi internasional berikutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |