Jumali Minggu, 28 Juni 2026 09:37 WIB

Foto ilustrasi Youtube. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Platform video milik YouTube resmi meluncurkan pembaruan besar untuk fitur Shorts pada Kamis (26/6/2026). Pembaruan ini membawa sejumlah perubahan signifikan yang membuat pengalaman menonton dan berinteraksi di Shorts semakin menyerupai kompetitor utamanya, TikTok, terutama dalam hal tampilan, kontrol pemutaran, hingga sistem interaksi pengguna.
Perubahan paling mencolok dalam pembaruan ini adalah hadirnya fitur Clear Screen atau Layar Bersih. Fitur ini memungkinkan pengguna menikmati video tanpa gangguan elemen antarmuka seperti ikon, teks, nama akun, maupun keterangan video. Dengan memilih menu titik tiga di pojok layar, seluruh elemen tersebut akan disembunyikan sementara sehingga video tampil penuh di layar. Fitur ini dirancang untuk memberikan pengalaman menonton yang lebih imersif, sekaligus menyaingi mode serupa yang sudah lebih dulu populer di platform lain.
Selain itu, YouTube Shorts juga kini mendukung pemutaran video dengan kecepatan 2x. Pengguna dapat mengaktifkannya dengan menekan dan menahan sisi layar, sementara untuk mengunci mode tersebut, cukup dengan menggeser layar ke bawah. Fitur ini menjadi salah satu permintaan terbesar dari komunitas Shorts karena dianggap membantu pengguna mengonsumsi konten lebih cepat tanpa harus berpindah video.
Perubahan lain yang cukup menonjol adalah penghapusan tombol dislike dari antarmuka Shorts. Sebagai gantinya, YouTube menyediakan opsi Not Interested dan Don’t recommend this channel untuk mengatur preferensi konten yang muncul di beranda pengguna. Menurut YouTube, perubahan ini dilakukan karena tombol dislike memiliki interpretasi yang terlalu luas, sehingga kurang efektif untuk membantu algoritma memahami preferensi pengguna secara akurat.
Dari sisi interaksi, tombol like juga mengalami perubahan visual. Ikon jempol ke atas kini digantikan dengan ikon hati, mengikuti pendekatan yang lebih emosional dan ekspresif seperti yang digunakan oleh TikTok. Meski begitu, data dislike tetap dapat diakses oleh kreator melalui YouTube Studio, meskipun tidak lagi diperbarui secara publik setelah implementasi kebijakan baru ini.
Pembaruan ini diluncurkan secara bertahap ke seluruh pengguna di berbagai wilayah. YouTube menyebut langkah ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengalaman pengguna sekaligus memperkuat daya saing Shorts di tengah ketatnya persaingan platform video pendek global. Dengan kombinasi fitur baru ini, Shorts diharapkan dapat menghadirkan pengalaman yang lebih sederhana, cepat, dan personal bagi penggunanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































