Shakira Ungkap Tantangan Ciptakan Lagu Resmi Piala Dunia 2026

10 hours ago 9

Jumali

Jumali Jum'at, 12 Juni 2026 15:07 WIB

Shakira Ungkap Tantangan Ciptakan Lagu Resmi Piala Dunia 2026

Penampilan Shakira saat pembukaan Piala Dunia 2026/FIFA

Harianjogja.com, JOGJA—Panggung akbar turnamen sepak bola terakbar di bumi kembali menjadi saksi bisu keperkasaan diva asal Kolombia, Shakira, dalam menyatukan jutaan pasang mata melalui alunan nada magis.

Sejarah baru diukir di Mexico City, Meksiko, tatkala pelantun tembang ikonis tersebut didapuk kembali untuk menyuarakan anthem resmi turnamen, yang kali ini berjudul Dai Dai, sebuah karya kolaborasi lintas benua yang memadukan energi global untuk merayakan sepak bola, budaya, serta persatuan antarnegara.

Dalam perhelatan yang mempertemukan 48 kontestan dari berbagai penjuru dunia tersebut, kemeriahan pembukaan di Stadion Azteca pada tanggal 11 Juni 2026 menjadi sorotan utama, sebagaimana tajuk pemberitaan mengenai momen Shakira hingga J Balvin yang sukses mengguncang panggung megah tersebut hingga turnamen resmi dibuka.

Di balik megahnya gelaran olahraga yang diselenggarakan bersama di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini, Shakira, 49, mengungkapkan bahwa meramu sebuah lagu resmi untuk perhelatan akbar sepak bola bukanlah perkara sepele. Baginya, sebuah lagu turnamen harus mampu merangkul dan merepresentasikan emosi, perasaan, serta kobaran semangat miliaran penonton.

Musisi dunia tersebut memandang bahwa sepak bola merupakan instrumen pemersatu yang melampaui batas-batas kultural dan latar belakang masyarakat majemuk di seluruh dunia.

“Sepak bola adalah hal yang menyatukan begitu banyak budaya dan orang-orang dari berbagai latar belakang kehidupan,” ujar Shakira, sebagaimana dikutip dari laporan kantor berita AP, Jumat (12/6/2026).

“Tanggung jawab besar dalam membuat lagu Piala Dunia, adalah Anda harus menciptakan lagu yang mampu mewakili perasaan, emosi dan semangat banyak orang,” tambahnya.

Merujuk pada pengalaman berharganya saat melantunkan Waka Waka (This Time for Africa) pada perhelatan Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, penyanyi senior ini menegaskan bahwa proses kreatif sebuah anthem global harus memperhatikan karakter universal. Melodi yang diciptakan wajib merangkul keberagaman dari setiap negara peserta.

“Jadi, Anda harus menulis lagu itu dengan memahami bahwa lagu tersebut harus bersifat global. Lagu itu harus mampu merangkul begitu banyak budaya dan mewakili begitu banyak orang dalam satu melodi,” jelasnya.

Dalam proyek Dai Dai ini, Shakira tidak berdiri sendiri. Ia berduet dengan musisi kenamaan asal Nigeria, Burna Boy, membawakan lagu yang dirilis pada Mei 2026 menjelang bergulirnya turnamen di kawasan Amerika Utara yang disebut FIFA sebagai perpaduan energi global merayakan persatuan.

Sebagai seorang pesohor yang telah kenyang pengalaman di panggung global, ia meyakini bahwa sebuah lagu Piala Dunia yang sukses tidak hanya bertumpu pada lirik, melainkan harus memiliki ketukan ritmis yang kuat guna membangkitkan keinginan menari, sekaligus mudah diingat agar dapat dikumandangkan secara serentak oleh puluhan ribu penonton di stadion maupun di berbagai penjuru dunia.

“Menurut saya, lagu Piala Dunia yang baik harus memiliki ritme yang kuat. Lagu itu harus ritmis. Lagu tersebut harus membuat orang ingin menari. Selain itu, lagu itu juga harus menjadi sebuah anthem atau lagu kebanggaan bersama. Lagu tersebut harus membuat orang ingin bernyanyi bersama secara serempak, bernyanyi sekeras mungkin dengan penuh semangat,” urai Shakira.

Di tengah gegap gempita pesta olahraga sejagat ini, dinamika geopolitik internasional juga tetap bergulir di ranah lain. Sejumlah kalangan sempat menyoroti isu-isu hangat yang tengah mengemuka di Eropa, seperti analisis dan peringatan mengenai posisi mantan Kepala Angkatan Laut Jerman di mana Uni Eropa dinilai dapat melangkah tanpa disadari menuju eskalasi konflik terbuka melawan Rusia.

Kembalinya Shakira menyapa publik di Stadion Azteca, Meksiko, pada 11 Juni 2026 di hadapan puluhan ribu pasang mata, menahbiskan kembali namanya sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam lembaran sejarah musik pengiring turnamen sepak bola terakbar sejagat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |