Sering Lupa dan Sulit Fokus? Kenali 6 Penyebab Brain Fog

4 hours ago 4

Jumali

Jumali Senin, 03 Agustus 2026 22:47 WIB


Harianjogja.com, JOGJA—Pernah merasa sulit berkonsentrasi, mudah lupa, atau tiba-tiba kehilangan fokus saat beraktivitas? Kondisi yang sering disebut brain fog atau kabut otak ini bukan penyakit, melainkan gejala yang menandakan adanya penurunan fungsi kognitif sementara. Meski kerap dianggap sepele, brain fog dapat mengganggu produktivitas dan aktivitas sehari-hari jika terjadi berulang dalam jangka waktu lama.

Apa Itu Brain Fog?

Brain fog merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang mengalami penurunan kejernihan berpikir. Penderitanya dapat merasa pikirannya lambat, sulit memproses informasi, hingga kesulitan mengambil keputusan.

Secara medis, kondisi ini ditandai dengan berbagai keluhan kognitif yang memengaruhi aktivitas sehari-hari. Meski umumnya bersifat sementara, brain fog dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan atau pola hidup yang perlu diperbaiki.

Gejala yang paling sering muncul antara lain, seperti dikutip dari berbagai sumber:

  • Sulit memusatkan perhatian
  • Mudah lupa, terutama memori jangka pendek
  • Merasa lambat atau "lemot" saat berpikir
  • Sulit mengambil keputusan
  • Kelelahan mental
  • Kesulitan memproses informasi baru
  • Penyebab Brain Fog yang Perlu Diketahui

Berbagai faktor dapat memicu munculnya kabut otak. Mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi medis tertentu.

1. Kurang Tidur dan Kualitas Istirahat Buruk

Tidur berperan penting dalam proses pemulihan fungsi otak. Saat tidur, otak melakukan konsolidasi memori dan proses pembersihan berbagai zat sisa metabolisme.

Karena itu, kebiasaan begadang atau gangguan tidur seperti insomnia dapat menurunkan kemampuan konsentrasi dan daya ingat pada hari berikutnya.

2. Perubahan Hormon

Fluktuasi hormon juga dapat memengaruhi fungsi kognitif seseorang.

Kondisi ini sering dialami perempuan yang memasuki masa menopause. Perubahan kadar estrogen dan progesteron diketahui dapat memengaruhi daya ingat, fokus, dan kemampuan berpikir secara keseluruhan.

3. Stres Kronis dan Depresi

Stres yang berlangsung lama membuat tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi tersebut dapat membebani fungsi otak sehingga seseorang menjadi sulit fokus, mudah lupa, dan kehilangan kejernihan berpikir.

4. Kekurangan Nutrisi Penting

Otak membutuhkan berbagai nutrisi agar dapat bekerja optimal.

Beberapa zat gizi yang berperan penting antara lain:

  • Vitamin B12 dan vitamin B kompleks
  • Zat besi
  • Asam lemak omega-3
  • Protein
  • Antioksidan
  • Vitamin E

Kekurangan nutrisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya fungsi kognitif dan kemampuan konsentrasi.

5. Efek Samping Obat-obatan

Sejumlah obat diketahui dapat memengaruhi kerja neurotransmitter di otak.

Beberapa di antaranya adalah obat antikolinergik, obat penenang, antidepresan, hingga obat tidur. Efek samping yang muncul dapat berupa rasa kantuk berlebihan, sulit fokus, dan menurunnya kemampuan berpikir.

6. Kondisi Medis Tertentu

Dalam beberapa kasus, brain fog dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.

Beberapa kondisi yang sering dikaitkan dengan brain fog meliputi:

  1. Penyakit autoimun seperti Lupus dan Multiple Sclerosis
  2. Sindrom kelelahan kronis
  3. Gangguan tiroid
  4. Long COVID atau dampak jangka panjang infeksi virus

Jika brain fog terjadi sangat sering atau disertai gejala fisik lain yang tidak biasa, pemeriksaan medis perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab pastinya.

Cara Mengatasi Brain Fog

Penanganan brain fog harus disesuaikan dengan faktor pemicunya. Namun secara umum, perubahan gaya hidup sehat dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Tidur cukup 7–9 jam setiap malam
  • Menjaga jadwal tidur yang teratur
  • Mengonsumsi makanan bergizi seperti ikan, telur, sayuran hijau, dan kacang-kacangan
  • Berolahraga secara rutin
  • Mengelola stres dengan baik
  • Melatih kemampuan otak melalui membaca, teka-teki silang, atau mempelajari keterampilan baru

Brain fog merupakan sinyal bahwa otak membutuhkan perhatian lebih. Dengan mengenali penyebabnya sejak dini, seseorang dapat mengambil langkah yang tepat untuk memulihkan fokus, meningkatkan konsentrasi, dan menjaga produktivitas sehari-hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |