Jumali Rabu, 01 Juli 2026 15:27 WIB

Foto ilustrasi Motogp. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kepastian masa depan MotoGP Malaysia akhirnya terjawab. Sepang International Circuit resmi mempertahankan statusnya sebagai tuan rumah MotoGP hingga 2031 setelah tercapainya perpanjangan kontrak baru yang disetujui Pemerintah Malaysia.
Kesepakatan tersebut memastikan penggemar balap motor di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, masih dapat menyaksikan langsung seri MotoGP di Sepang setidaknya dalam lima musim tambahan setelah kontrak sebelumnya berakhir.
Pengumuman resmi disampaikan melalui akun media sosial MotoGP yang menyebutkan bahwa balapan akan tetap berlangsung di Sepang mulai musim 2027 hingga 2031.
"MotoGP akan terus balapan di Sepang mulai tahun 2027 hingga 2031, dengan kontrak baru yang baru-baru ini disetujui oleh Pemerintah Malaysia," tulis MotoGP dalam pengumuman resminya.
Perpanjangan kontrak tersebut mempertegas hubungan panjang antara Malaysia dan kejuaraan dunia MotoGP yang telah terjalin selama lebih dari dua dekade.
Bagi Malaysia, keberlanjutan penyelenggaraan MotoGP bukan hanya soal mempertahankan salah satu ajang olahraga terbesar di dunia. Pemerintah setempat menilai kehadiran MotoGP memiliki dampak langsung terhadap sektor ekonomi dan pariwisata.
Setiap penyelenggaraan balapan di Sepang selalu memicu peningkatan aktivitas ekonomi, mulai dari tingkat hunian hotel, penggunaan transportasi, kunjungan wisatawan, hingga transaksi di sektor ritel dan kuliner.
MotoGP juga menjadi salah satu agenda internasional yang membantu memperkuat posisi Malaysia sebagai destinasi wisata olahraga di kawasan Asia Tenggara.
Dikutip dari Business Today, pemerintah Malaysia menilai efek ekonomi yang dihasilkan MotoGP berlangsung secara konsisten setiap musim balapan. Ribuan wisatawan dari berbagai negara datang ke Malaysia untuk menyaksikan langsung aksi para pembalap dunia di Sepang.
Selain sektor pariwisata, keberadaan MotoGP juga dianggap penting dalam pengembangan industri motorsport nasional.
Ajang tersebut membuka peluang keterlibatan tenaga kerja lokal dalam berbagai bidang, mulai dari operasional penyelenggaraan, pengembangan teknologi otomotif, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia yang berkaitan dengan industri balap.
Karena itu, kontrak baru hingga 2031 dipandang sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya berdampak pada olahraga, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi dan promosi internasional Malaysia.
Sepang International Circuit sendiri memiliki sejarah panjang dalam MotoGP. Lintasan yang berada di dekat Kuala Lumpur itu pertama kali menggelar balapan kelas premier pada 1999 dan sejak saat itu menjadi salah satu seri paling dikenal dalam kalender kejuaraan dunia.
Karakter sirkuit yang memadukan lintasan cepat, tikungan teknis, serta cuaca tropis yang menantang membuat Sepang kerap menghadirkan balapan penuh drama.
Tidak sedikit pembalap yang menjadikan Sepang sebagai salah satu lintasan favorit mereka karena mampu menguji kemampuan motor maupun strategi balapan secara menyeluruh.
Bagi penggemar MotoGP di Indonesia, keputusan ini juga membawa keuntungan tersendiri. Lokasi Malaysia yang relatif dekat dan mudah dijangkau menjadikan Sepang salah satu tujuan utama penonton Indonesia yang ingin merasakan atmosfer balap MotoGP secara langsung.
Dengan kontrak baru hingga 2031, akses penggemar Tanah Air untuk menyaksikan balapan kelas dunia di kawasan Asia Tenggara tetap terbuka dalam beberapa tahun ke depan.
Di tengah persaingan sejumlah negara yang ingin masuk kalender MotoGP, keberhasilan Malaysia mempertahankan Sepang menunjukkan bahwa lintasan tersebut masih memiliki posisi penting dalam strategi pengembangan MotoGP di kawasan Asia Pasifik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































