SDN Kokap Dapat Rp2,1 Miliar, Siswa Segera Pindah dari Zona Longsor

6 hours ago 3

SDN Kokap Dapat Rp2,1 Miliar, Siswa Segera Pindah dari Zona Longsor

Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar - Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT

Harianjogja.com, KULONPROGO—Harapan ratusan siswa dan tenaga pendidik SD Negeri Kokap untuk memperoleh lingkungan belajar yang aman mulai terwujud. Sekolah yang selama ini terdampak pergerakan tanah dan sempat memanfaatkan tenda darurat milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai sarana pendukung kegiatan belajar mengajar kini mendapatkan bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.

Melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, SDN Kokap memperoleh alokasi dana sebesar Rp2,1 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Anggaran tersebut digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan di lokasi baru yang dinilai lebih aman dari ancaman longsor.

Kepala SDN Kokap, Surohim, mengatakan proses pembangunan telah berjalan sekitar satu bulan. Relokasi dilakukan tidak jauh dari lokasi sekolah lama sehingga tetap mudah dijangkau oleh siswa maupun masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah kami mendapatkan relokasi dan SDN Kokap yang sekarang dipindahkan ke lokasi yang lain tidak jauh dari lokasi awal,” kata Surohim, Rabu (1/7/2026).

Menurut dia, keberadaan sekolah baru menjadi solusi jangka panjang untuk memastikan proses pendidikan dapat berlangsung tanpa dibayangi risiko bencana alam yang selama ini mengancam bangunan lama.

Dana APBN sebesar Rp2,1 miliar tersebut digunakan untuk merehabilitasi aula menjadi tiga ruang kelas, membangun ruang kelas tambahan, kantor guru, perpustakaan, serta fasilitas sanitasi berupa toilet.

Pembangunan dimulai sejak 1 Juni 2026 dengan target penyelesaian selama 150 hari atau sekitar lima bulan. Jika tidak ada kendala berarti, seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada akhir Oktober.

“Insyaallah akan berakhir 29 Oktober sehingga kami akan bedol dari SDN Kokap yang lama ke bangunan baru di bulan Oktober akhir. Kurang lebih November kegiatan belajar mengajar sudah di lokasi yang baru,” ujarnya.

Meski sekolah baru sedang dibangun, aktivitas pembelajaran untuk tahun ajaran 2026/2027 tetap berlangsung di lokasi lama. Surohim menilai kondisi cuaca yang masih memasuki musim kemarau membuat risiko longsor relatif lebih rendah dibandingkan saat musim penghujan.

Saat ini sejumlah ruang kelas masih dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Sementara tenda darurat BPBD tetap dimanfaatkan sebagai ruang kepala sekolah dan kantor guru.

Selain pembangunan sekolah baru, pemerintah juga mengalokasikan anggaran dari APBD Kabupaten Kulonprogo sekitar Rp490 juta untuk memperkuat talud di area sekolah lama yang terdampak pergerakan tanah.

Perbaikan talud dilakukan untuk mengurangi risiko longsor sekaligus mendukung pemanfaatan sebagian bangunan lama yang masih memungkinkan digunakan. Ke depan, area tersebut direncanakan menjadi aula dan fasilitas penunjang kegiatan pendidikan maupun pertemuan masyarakat.

“SDN Kokap yang lama nantinya tetap dimanfaatkan. Talud dibangun kembali agar lebih aman sehingga area itu bisa digunakan sebagai aula dan tempat kegiatan pendidikan,” jelas Surohim.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana SD-SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo, Gigih Muktitama, mengatakan SDN Kokap menjadi salah satu sekolah yang memperoleh program revitalisasi kebencanaan dari pemerintah pusat bersama SDN Bendungan di Kapanewon Wates.

Menurutnya, lokasi baru SDN Kokap dipilih karena memiliki tingkat keamanan yang lebih baik serta akses yang lebih mudah bagi siswa dan tenaga pendidik.

Pemkab Kulonprogo berharap pembangunan tersebut dapat menjamin keberlangsungan pendidikan bagi para siswa sekaligus mengakhiri kekhawatiran terhadap ancaman longsor yang selama ini membayangi aktivitas belajar mengajar di SDN Kokap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |