Saatnya Ubah Passion Jadi Misi Hidup Bermanfaat

4 hours ago 1

Saatnya Ubah Passion  Jadi Misi Hidup Bermanfaat

Anggota DPRD DIY, Muhammad Syafi'i (tengah) menjadi narasumber dalam bedah buku bertajuk Passion to Mission di Joglo Taman Sari, Patehan Kulon, Kemantren Kraton, Kota Jogja, Jumat (26/6)./ Harian Jogja - Stefani Yulindriani

JOGJA—Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY menggelar bedah buku bertajuk Passion to Mission di Joglo Taman Sari, Patehan Kulon, Kemantren Kraton, Kota Jogja, Jumat (26/6). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi sekaligus mengajak masyarakat mengubah passion menjadi misi hidup yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

Penulis buku Passion to Mission, Solikhin, mengatakan memiliki passion merupakan hal yang penting. Namun, yang lebih penting adalah mengarahkannya menjadi misi hidup agar potensi yang dimiliki dapat memberikan manfaat nyata.

"Kita tidak mesti menuruti semua keinginan, tetapi perlu mengukur kemampuan dan meluruskan tujuan. Selain itu, jangan menunggu kesempatan, buatlah kesempatan itu menjadi ada. Jangan menunggu kapal merapat ke dermaga, tetapi berenanglah mencapainya," katanya.

Menurut Solikhin, banyak passion yang akhirnya hanya menjadi angan-angan karena tidak diarahkan pada tujuan yang jelas. Padahal, setiap orang perlu mempersiapkan masa depan melalui langkah-langkah yang dilakukan sejak hari ini.

"Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti, tetapi kita bisa melakukan yang terbaik hari ini. Jika ingin melihat masa depan, lihatlah bagaimana persiapan kita hari ini," ujarnya.

Sementara itu, praktisi Edy Dwi Daryapto menuturkan passion dapat berkembang menjadi misi hidup yang bernilai ibadah apabila dijalankan dengan niat yang benar dan memberi manfaat bagi sesama. Ia mendorong masyarakat untuk terus mengejar passion sekaligus membuka diri terhadap berbagai peluang agar mampu menemukan bidang yang paling dibutuhkan.

"Kita perlu membuka diri untuk mencari yang paling dibutuhkan serta menemukan dan mengembangkan kemampuan yang kita miliki," katanya.

Kebiasaan Membaca

Anggota DPRD DIY, Muhammad Syafi'i, mengatakan membaca memiliki kedudukan penting, baik dari sisi agama maupun pembangunan bangsa. Menurutnya, kebiasaan membaca dapat memperkuat nilai ibadah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Dalam agama, membaca mendapat perhatian yang besar. Membaca pengalaman dan pengetahuan bisa meningkatkan nilai ibadah kita," ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu tujuan bernegara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, peningkatan budaya membaca dan literasi merupakan bagian dari upaya mewujudkan cita-cita tersebut.

Syafi'i juga mengapresiasi berbagai inovasi layanan literasi yang telah dikembangkan DPAD DIY, seperti titik baca dan pojok baca digital yang menyediakan akses buku digital melalui pemindaian kode QR (QR code). Selain itu, menurutnya, Perpustakaan DPAD DIY yang telah mendapat pengakuan dari berbagai daerah juga dapat menjadi alternatif destinasi edukasi bagi anak-anak selama masa liburan.

"Kami mengupayakan secara serius agar generasi kita cinta membaca karena itulah kunci keberhasilan pendidikan anak-anak kita," katanya.

Sementara itu, Pustakawan Utama DPAD DIY, Budiyono, menyampaikan bedah buku menjadi salah satu program strategis untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat melalui penguatan budaya literasi. Menurutnya, setiap tahun di DIY diselenggarakan sekitar 200 kegiatan bedah buku sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun masyarakat yang gemar membaca.

"Pemerintah ingin agar masyarakat Jogja itu cerdas," ujarnya.

Ia berharap berbagai kegiatan literasi, termasuk bedah buku Passion to Mission, dapat semakin menumbuhkan minat baca masyarakat dan mendorong lahirnya generasi yang memiliki semangat belajar sepanjang hayat.

Salah seorang warga Kadipaten, Sri Handayani, mengaku bedah buku tersebut memotivasinya untuk mengejar passion sekaligus meningkatkan kebiasaan membaca buku. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |