Ruang Kolaboratif Baru GIK UGM, Jadi Simpul Ide dan Inovasi Mahasiswa

10 hours ago 6

Ruang Kolaboratif Baru GIK UGM, Jadi Simpul Ide dan Inovasi Mahasiswa Suasana CollabHub di kawasan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK), Rabu (11/2 - 2026). Ruang ini dirancang sebagai titik temu lintas gagasan dan tempat mahasiswa saling bertukar ide. Dokumentasi Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi menghadirkan CollabHub UGM di kawasan Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) sebagai ruang kolaborasi mahasiswa untuk memperkuat inovasi dan koneksi kampus-industri. Fasilitas ini dirancang menjadi titik temu lintas gagasan, tempat mahasiswa berdiskusi, belajar, dan mengembangkan ide secara kolaboratif di satu ruang terbuka.

Kehadiran CollabHub UGM di GIK tidak hanya menyasar civitas akademika, tetapi juga membuka ruang interaksi yang lebih luas dengan masyarakat umum di Jogja. CEO Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute, Salman Subakat, menegaskan bahwa ruang tersebut dihadirkan untuk membangun ekosistem pertemuan yang aktif dan produktif. “Ruangan ini mungkin kelihatannya indah, tapi yang lebih indah itu interaksi teman-teman semua,” ujar Salman, Rabu (11/2/2026).

Menurut Salman, inovasi mahasiswa tidak dapat tumbuh secara parsial tanpa kolaborasi dengan industri. Ia mencontohkan praktik di sejumlah negara maju, di mana biaya riset di perusahaan bisa mencapai tiga kali lipat dibandingkan dana riset di kampus. Dalam pola tersebut, perguruan tinggi berperan sebagai pusat riset, sedangkan perusahaan mengembangkan hasil riset menjadi produk yang siap dipasarkan.

“Kalau inovasi itu harus bareng-bareng. Risetnya di kampus, development-nya di perusahaan,” katanya.

Ia berharap CollabHub UGM mampu menjadi simpul pertemuan gagasan seperti yang ia amati di Massachusetts Institute of Technology (MIT). Di kampus tersebut, pertumbuhan kewirausahaan berkembang pesat bukan semata karena kecanggihan teknologi, melainkan karena tersedianya ruang interaksi yang hidup. Mahasiswa, dosen, hingga pendiri startup dapat bertemu hampir setiap hari dan membangun jejaring kolaborasi yang berkelanjutan.

Rektor UGM, Ova Emilia, menyebut CollabHub UGM sebagai ruang komunal baru yang dirancang lebih terstruktur untuk mendukung produktivitas mahasiswa. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan, area belajar bersama, hingga zona tenang untuk mendalami ide dan merancang inovasi yang berdampak.

“Kami berharap ini menjadi ruang kolaboratif yang produktif, melahirkan ide-ide kreatif dan inovatif yang berdampak bagi mahasiswa, dunia pendidikan, dan masyarakat,” kata Ova, sembari menekankan bahwa CollabHub UGM di GIK diharapkan memperkuat budaya inovasi mahasiswa sekaligus memperluas kolaborasi lintas sektor di Jogja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |