Restorasi Prambanan Diyakini Perkuat Daya Tarik Wisata DIY

7 hours ago 2

Restorasi Prambanan Diyakini Perkuat Daya Tarik Wisata DIY

Wisatawan mengunjungi kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan di Sleman, DIY. - Antara/Hendra Nurdiyansyah

Harianjogja.com, JOGJA— Rencana restorasi dan konservasi Kompleks Candi Prambanan melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dan India dinilai akan memperkuat daya tarik pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam jangka panjang. Meski proses pekerjaan berpotensi memengaruhi pola kunjungan sementara, dampaknya diyakini dapat diminimalkan melalui pengelolaan kawasan yang baik.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti Selasa (7/7/2026) mengatakan bantuan dari Pemerintah India menjadi bentuk kerja sama internasional yang bernilai karena negara tersebut memiliki pengalaman panjang dalam konservasi cagar budaya. Namun, seluruh proses pemugaran tetap harus mengacu pada kaidah pelestarian, rekomendasi para ahli, ketentuan nasional, serta standar UNESCO.

Menurutnya, pelestarian Kompleks Candi Prambanan tidak hanya bertujuan menjaga bangunan cagar budaya, tetapi juga mempertahankan nilai sejarah, budaya, sekaligus keberlanjutan sektor pariwisata.

Dalam jangka pendek, apabila terdapat pembatasan akses di sebagian area selama proses pekerjaan, pola kunjungan wisata diperkirakan akan mengalami penyesuaian. Meski demikian, dampaknya dinilai dapat ditekan melalui pengaturan alur kunjungan, penyediaan informasi yang memadai, serta promosi destinasi wisata alternatif di DIY.

Sekda DIY menilai keberhasilan konservasi justru akan memperkuat citra Prambanan sebagai situs warisan dunia UNESCO yang terawat sehingga meningkatkan daya tarik wisata, terutama dalam jangka panjang.

Kolaborasi Indonesia dan India juga dinilai membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Kerja sama tersebut menunjukkan komitmen Indonesia dalam melestarikan warisan budaya sehingga dapat menjadi nilai tambah dalam promosi wisata berbasis budaya (heritage tourism).

Selain itu, kolaborasi tersebut membuka peluang pertukaran pengetahuan, penelitian, serta promosi bersama di bidang pelestarian warisan budaya.

Sekda DIY menambahkan manfaat restorasi tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga pelestarian budaya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang konservasi, penguatan kerja sama internasional, hingga keberlanjutan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan cagar budaya.

Menurutnya, cagar budaya yang terawat akan memberikan manfaat sosial, edukatif, dan ekonomi dalam jangka panjang.
Terkait potensi terganggunya kenyamanan wisatawan selama proses pemugaran, pengelola kawasan bersama instansi terkait diharapkan mengatur tahapan pekerjaan agar tidak mengurangi pengalaman berwisata secara signifikan.

Langkah antisipasi yang disiapkan antara lain pengaturan jalur kunjungan, pemasangan informasi yang jelas, peningkatan kualitas layanan wisata, serta promosi destinasi di sekitar kawasan seperti Ratu Boko, Candi Plaosan, dan desa-desa wisata sehingga wisatawan tetap memperoleh pengalaman yang optimal.

Hingga saat ini, Pemerintah Daerah DIY belum menerima informasi mengenai jadwal pelaksanaan fisik restorasi Kompleks Candi Prambanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |