Newswire Kamis, 10 September 2026 07:07 WIB

Wisatawan mengunjungi kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan di Sleman, DIY. - Antara/Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, SLEMAN— Pemerintah tengah mempercepat rencana restorasi dan revitalisasi menyeluruh kompleks Candi Prambanan untuk menjaga kelestarian cagar budaya sekaligus mengembangkan kawasan tersebut sebagai pusat kebudayaan yang memberi dampak bagi masyarakat.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan upaya tersebut diarahkan untuk memulihkan kompleks Candi Prambanan secara utuh. Candi monumental peninggalan abad ke-9 Masehi itu diharapkan tidak sekadar menjadi bangunan bersejarah, tetapi juga dapat berkembang sebagai pusat kebudayaan dan living heritage.
"Langkah ini diambil guna melestarikan cagar budaya monumental peninggalan abad ke-9 Masehi tersebut secara utuh, sekaligus mengukuhkannya sebagai pusat kebudayaan dan living heritage yang berdampak bagi masyarakat," kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan pers kementerian yang diterima di Jakarta pada Rabu.
Candi Prambanan merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Secara administratif, kawasan ini berada di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sedangkan pintu masuknya berada di wilayah administrasi Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
Pemugaran Candi Perwara Masih Hadapi Kendala Material
Rencana restorasi menyeluruh Candi Prambanan tidak lepas dari persoalan teknis. Salah satu tantangan utama berada pada pemugaran candi-candi perwara yang mengelilingi tiga candi utama, yakni Candi Siwa, Candi Brahma, dan Candi Wisnu.
Ketersediaan batu asli menjadi persoalan terbesar dalam proses pemugaran. Sebagian material pembangun candi diperkirakan telah terdispersi sehingga material asli yang tersisa di tiap titik candi hanya berada pada kisaran 10 hingga 30 persen.
Kondisi material yang masih ada pun tidak seragam. Sebagian batu masih utuh, sementara lainnya telah pecah atau mengalami degradasi dan pelapukan akibat penggaraman serta pengaruh faktor lingkungan mikro.
"Kami sedang membahas bagaimana melakukan satu restorasi besar terhadap Candi Prambanan ini, tentu saja nanti akan melibatkan banyak ahli sehingga Candi Prambanan bisa kita restorasi secara utuh," kata Menteri Kebudayaan.
Untuk mematangkan rencana tersebut, Kementerian Kebudayaan sedang menyusun kajian komprehensif mengenai restorasi kompleks Candi Prambanan. Kajian itu melibatkan ahli konservasi, arkeologi, dan teknik struktur.
India Dukung Pemugaran Seperempat Area
Pemerintah juga membuka peluang kerja sama internasional untuk mendukung restorasi dan revitalisasi kompleks Candi Prambanan.
India telah menyatakan komitmen untuk mendukung pemugaran satu kuadran atau seperempat area candi perwara di kompleks Candi Prambanan.
Sementara itu, sesuai dengan kaidah pemugaran yang ditetapkan oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), restorasi tiga perempat area candi akan dikerjakan secara mandiri oleh tim ahli nasional Indonesia.
Upaya pemerintah tidak hanya diarahkan pada pemulihan fisik bangunan candi. Restorasi dan revitalisasi kompleks Candi Prambanan juga dirancang untuk menghidupkan ekosistem pariwisata berbasis budaya, sejarah, dan religi yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
"Harapannya semoga bisa mendatangkan semakin banyak wisatawan budaya, wisata sejarah, wisatawan religi, dari berbagai negara, wisatawan asing, dan juga dari domestik," katanya.
Menteri Kebudayaan berharap kompleks Candi Prambanan pada akhirnya dapat menjadi warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Candi Sewu Juga Masuk Rencana Restorasi
Selain Candi Prambanan, pemerintah merencanakan restorasi Candi Sewu. Kompleks tersebut merupakan kompleks candi Buddha terbesar kedua setelah Candi Borobudur.
Candi Sewu berada di wilayah Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































