Newswire Kamis, 10 September 2026 11:57 WIB

Foto ilustrasi Iran vs Amerika Serikat. - Freepik
Harianjogja.com, WASHINGTON— Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meyakini konflik yang berlangsung dengan Iran akan segera berakhir setelah pemilihan umum sela Kongres AS. Pernyataan itu disampaikan Trump menjelang keberangkatannya ke Dallas, Texas, Rabu (9/9).
“Oh, saya pikir perang ini akan segera berakhir setelah pemilu (sela) karena mereka sudah tidak mampu bertahan lebih lama lagi,” kata Trump kepada wartawan sebelum berangkat ke Dallas, Texas.
Pemilu sela Kongres AS dijadwalkan berlangsung pada November. Momentum politik tersebut menjadi perhatian karena Partai Republik dinilai berisiko kehilangan kendali atas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kepada Partai Demokrat.
Trump Soroti Posisi Partai Republik
Menurut para analis, potensi hilangnya mayoritas Partai Republik di Kongres berkaitan dengan sejumlah persoalan yang berkembang di dalam negeri AS. Salah satunya adalah menurunnya tingkat persetujuan terhadap pemerintahan Trump di tengah kampanye militer terhadap Iran.
Kenaikan harga di dalam negeri juga disebut menjadi faktor yang dapat memengaruhi posisi politik Partai Republik menjelang pemilu sela Kongres. Trump sebelumnya bahkan telah mengakui kemungkinan partainya kehilangan kendali atas DPR.
Trump juga memperkirakan Partai Demokrat akan berupaya memakzulkan dirinya apabila mereka berhasil mengambil alih kendali DPR.
Resolusi IAEA Dinilai Bisa Picu Eskalasi
Di tengah konflik AS-Iran, perkembangan lain datang dari Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Perwakilan Tetap Rusia untuk organisasi internasional di Wina, Mikhail Ulyanov, menilai resolusi anti-Iran yang diadopsi badan tersebut berisiko memicu babak baru eskalasi.
Resolusi tersebut diajukan oleh AS, Inggris, Prancis, dan Jerman. Keempat negara menyerukan agar masalah Iran dirujuk ke Dewan Keamanan PBB.
AS, Inggris, Prancis, dan Jerman menilai Iran telah melanggar kewajiban terkait nonproliferasi nuklir. Sikap tersebut kemudian mendapat kritik dari Rusia melalui pernyataan Ulyanov dalam sidang Dewan Gubernur IAEA, Rabu (9/9).
"Resolusi baru ini bias dan konfrontatif, berisiko memicu babak baru eskalasi, dan tentu tidak akan membantu tercapainya tujuan yang diklaim ingin dicapai oleh para penggagasnya," kata Ulyanov dalam sidang Dewan Gubernur IAEA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































