Practical Magic 2: Kutukan Keluarga dan Chemistry Dua Bintang

2 hours ago 4

Newswire

Newswire Kamis, 10 September 2026 12:37 WIB

 Kutukan Keluarga dan Chemistry Dua Bintang

Sandra Bullock (kanan0 yang bermain dalam film Practical Magic: The Book of Magic

Harianjogja.com, JAKARTA—Hampir tiga dekade setelah Practical Magic (1998) dirilis, dua saudari penyihir dari keluarga Owens kembali hadir melalui Practical Magic: The Book of Magic (2026). Film yang mulai tayang pada September 2026 ini kembali mempertemukan Sandra Bullock dan Nicole Kidman sebagai Sally dan Gillian.

Film arahan sutradara Susanne Bier tersebut melanjutkan kisah Sally dan Gillian dengan kembali membuka cerita tentang kutukan yang telah menghantui keluarga Owens dari generasi ke generasi.

Seperti film pertama, hubungan kakak-adik tetap menjadi pusat cerita. Kali ini, kisah tersebut juga diperluas melalui kehadiran generasi baru keluarga Owens, yakni dua putri Sally, Kylie dan Antonia.

Sinopsis Practical Magic: The Book of Magic

Cerita Practical Magic 2 mengambil latar bertahun-tahun setelah peristiwa film pertama. Setelah mengalami kehilangan, Sally masih memilih menutup diri dan menjauh dari dunia sihir.

Bahkan, Sally menghapus pengetahuan mengenai sihir dari ingatan kedua putrinya, Kylie dan Antonia. Ia berharap keputusan tersebut dapat membuat keduanya terhindar dari kutukan keluarga Owens.

Kutukan tersebut telah lama melekat pada keluarga penyihir Owens. Setiap perempuan dalam keluarga itu harus menghadapi konsekuensi besar ketika mereka jatuh cinta.

Namun, rencana Sally tidak berjalan sesuai harapan. Kylie yang mulai beranjak dewasa dan jatuh cinta akhirnya harus merasakan sendiri dampak kutukan tersebut.

Merasa dibohongi oleh ibunya, Kylie diliputi amarah dan bertekad memutus kutukan keluarganya. Upayanya menelusuri jejak leluhur kemudian membawa Sally dan Gillian kembali terlibat untuk mengungkap sejarah keluarga Owens.

Jika film pertama lebih menyoroti penerimaan identitas Sally dan Gilly sebagai penyihir, sekuelnya bergerak lebih jauh ke persoalan warisan keluarga, kedewasaan, serta hubungan hangat antara saudari Owens.

Penonton yang belum menyaksikan film pertama pun masih dapat mengikuti alur Practical Magic: The Book of Magic dengan relatif mudah.

Bukan Hanya tentang Dunia Sihir

Kekuatan Practical Magic: The Book of Magic tidak terutama berada pada eksplorasi dunia sihir secara mendalam. Film ini justru lebih kuat ketika membahas keluarga yang harus menghadapi warisan trauma yang berlangsung lintas generasi.

Chemistry Sandra Bullock dan Nicole Kidman menjadi salah satu daya tarik utama. Keduanya mampu mencuri perhatian melalui dialog, ekspresi wajah, hingga gerak tubuh yang membuat hubungan Sally dan Gillian sebagai kakak-adik terasa natural.

Kontras karakter keduanya juga bekerja dengan baik. Sally yang tenang dan rasional menjadi penyeimbang Gillian yang penuh energi, sehingga perbedaan tersebut justru membuat hubungan dua saudari ini semakin hidup.

Sally dan Gillian kemudian menghadirkan sejumlah momen komedi sekaligus membangun sisi emosional yang mengingatkan penonton pada film pertama. Nostalgia juga semakin terasa dengan kembalinya Dianne West dan Stockard Channing sebagai Bibi Franny dan Jet.

Unsur cinta tetap menjadi pemantik konflik dalam film, tetapi romansa tidak mengambil alih keseluruhan cerita. Cinta justru ditempatkan sebagai bagian dari perjalanan karakter, sementara hubungan keluarga Owens tetap menjadi pusat emosional.

Pilihan tersebut membuat cerita terasa cukup seimbang karena persoalan romansa tetap hadir tanpa menggeser tema utama tentang cinta dalam keluarga.

Visual dan Musik Perkuat Nostalgia

Dari sisi visual, Practical Magic 2 menawarkan palet warna yang cerah dan beragam. Pilihan tersebut membuat atmosfer film terasa lebih hidup, sementara efek visual digunakan secara cukup tanpa terlihat berlebihan.

Musik juga menjadi bagian penting dalam membangun suasana. Pilihan needle drop terasa dipersiapkan dengan matang dan menyatu dengan adegan yang mengiringinya.

Lagu-lagu yang digunakan turut memperkuat nuansa nostalgia sekaligus memberikan sentuhan emosional bagi penonton.

Perpaduan akting, alur cerita, visual, dan musik yang saling mendukung membuat Practical Magic: The Book of Magic layak masuk daftar tontonan pada September 2026.

Film ini bukan hanya menawarkan kembalinya dua saudari penyihir ikonik, tetapi juga menghidupkan kembali nostalgia melalui hubungan Sally dan Gillian serta kisah keluarga Owens yang terus berlanjut lintas generasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |