Renovasi Stadion Sultan Agung Tunggu Kepastian PSIM Jogja dan PSSI

10 hours ago 10

Renovasi Stadion Sultan Agung Tunggu Kepastian PSIM Jogja dan PSSI

Stadion Sultan Agung Bantul - Antara/Pemkab Bantul

Harianjogja.com, BANTUL—Rencana renovasi Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul guna memenuhi standar kompetisi sepak bola musim depan masih menunggu kepastian dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) serta keputusan PSIM Jogja terkait penggunaan stadion tersebut sebagai kandang tim.

Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) telah membahas kebutuhan peningkatan fasilitas stadion bersama manajemen PSIM Jogja. Namun hingga kini, belum ada keputusan final mengenai jenis fasilitas yang akan direnovasi maupun jadwal pelaksanaannya.

Sekretaris Dikpora Bantul, Titik Sunarti Widyaningsih, mengatakan pembahasan yang dilakukan sejauh ini masih bersifat awal. Karena itu, rincian renovasi belum dapat dipastikan.

“Untuk kepastian jumlah dan waktunya masih menunggu kepastian jadwal dari PSSI dan kepastian apakah PSIM masih menggunakan SSA sebagai homebase atau tidak,” kata Titik, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, pembahasan teknis terkait renovasi stadion akan dilanjutkan dalam pertemuan berikutnya. Pemerintah daerah juga belum dapat menjelaskan kebutuhan anggaran maupun skema pendanaan yang akan digunakan.

Wacana renovasi mengemuka setelah manajemen PSIM Jogja menyampaikan keinginan untuk kembali menggunakan Stadion Sultan Agung sebagai markas tim pada kompetisi musim mendatang.

Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM Jogja, Wendy Umar Seno Aji, menyebut penggunaan kembali SSA menjadi kebutuhan klub. Namun stadion harus memenuhi sejumlah persyaratan club licensing yang ditetapkan operator liga.

“Kami izin untuk menggunakan SSA lagi untuk musim depan. Untuk keperluan club licensing perlu adanya beberapa renovasi stadion untuk persyaratannya, seperti adanya penambahan kuantitas single seat,” ujarnya.

Selain memenuhi syarat kompetisi, PSIM juga berencana mengajukan program renovasi stadion kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Proses tersebut membutuhkan sejumlah dokumen pendukung dari Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dikpora.

“Progres perizinan ke Kementerian PU ini membutuhkan waktu. Oleh karena itu, kami memohon beberapa surat dari pihak Disdikpora Bantul untuk keperluan ini,” kata Wendy.

Sementara itu, General Manager PSIM Jogja, Steven Sunny, mengungkapkan standar stadion yang diberlakukan operator liga untuk musim depan mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya.

Selain penambahan jumlah kursi tunggal atau single seat, kualitas pencahayaan stadion juga harus ditingkatkan agar memenuhi ketentuan kompetisi.

“Dari liga persyaratannya cukup ketat dinaikkan. Selain penambahan kuantitas single seat, pencahayaan lampu stadion juga dinaikkan standarnya dari jumlah lux-nya,” kata Steven.

Apabila PSIM resmi kembali menggunakan Stadion Sultan Agung sebagai kandang, renovasi fasilitas menjadi salah satu langkah penting agar stadion kebanggaan Bantul tersebut dapat memenuhi standar kompetisi sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pemain maupun suporter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |