
Rektor Prof. Hari Purnomo mengajak alumni membangun growth mindset untuk menghadapi AI dan tantangan global. /Istimewa-UII.
Harianjogja.com, SLEMAN—Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) Profesor Hari Purnomo menegaskan komitmennya mencetak sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi bagi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi, kecerdasan artifisial (artificial intelligence), dan perubahan ekonomi global.
Dari total lulusan yang diwisuda 565, Sabtu (27/6/2026), sebanyak 7 orang berasal dari program doktor, 101 lulusan program magister, 452 lulusan program sarjana, 4 lulusan program sarjana terapan, serta 1 lulusan program diploma. Dengan tambahan wisudawan periode ini, jumlah alumni UII kini mencapai 137.931 orang yang berkiprah di berbagai bidang strategis di Indonesia maupun mancanegara.
Rektor UII, Prof. Hari Purnomo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan beserta orang tua yang telah mendampingi proses pendidikan hingga berhasil menyelesaikan studi. Menurutnya, ijazah bukan sekadar dokumen akademik, melainkan representasi dari perjalanan panjang yang dipenuhi kerja keras, ketekunan, dan pengorbanan.
"Pencapaian ini merupakan hasil dari perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Di balik setiap ijazah yang Saudara terima, terdapat kerja keras, ketekunan, pengorbanan, serta semangat untuk terus belajar dan bertumbuh," ujar Prof. Hari Purnomo, Sabtu (27/6/2026).
Ia mengingatkan para lulusan bahwa perubahan dunia berlangsung semakin cepat seiring berkembangnya teknologi digital, kecerdasan artifisial (artificial intelligence), dan dinamika ekonomi global. Karena itu, lulusan UII dituntut memiliki kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk terus mengembangkan diri agar mampu bersaing di berbagai sektor.
Menurut Prof. Hari Purnomo, konsep growth mindset menjadi bekal penting bagi lulusan dalam menghadapi perubahan tersebut.
"Psikolog pendidikan Carol Dweck melalui konsep growth mindset menjelaskan bahwa individu yang meyakini kemampuannya dapat terus berkembang melalui usaha, pembelajaran, dan ketekunan akan lebih siap menghadapi perubahan, mengatasi berbagai tantangan, serta bangkit dari kegagalan," jelasnya.
Alumni UII Didorong Menjadi Agen Perubahan
Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) UII, Ari Yusuf Amir, menilai lulusan baru memasuki dunia kerja pada situasi yang penuh tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga semakin ketatnya persaingan memperoleh pekerjaan. Meski demikian, ia meminta para alumni tidak kehilangan optimisme dalam membangun karier.
"Sejarah mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada generasi besar yang lahir dari masa-masa yang sepenuhnya nyaman. Sebelum kalian, banyak generasi menghadapi ujian yang jauh lebih berat: masa penjajahan, perang, krisis ekonomi, hingga berbagai gejolak kebangsaan. Tetapi justru dari situasi sulit itulah lahir para pemimpin," kata Ari Yusuf Amir.
Ia mengajak para alumni menjadikan perjalanan sejarah bangsa sebagai sumber inspirasi. Menurutnya, momentum penting seperti Kebangkitan Nasional 1908, Sumpah Pemuda 1928, Proklamasi 1945, hingga Reformasi 1998 memperlihatkan bahwa perubahan besar selalu lahir dari keberanian, idealisme, dan peran aktif generasi muda. Semangat serupa, kata dia, juga tercermin dari para pendiri UII yang tetap membangun institusi pendidikan di tengah keterbatasan pada masa kolonial.
Lebih lanjut, Ari Yusuf Amir menekankan bahwa kesuksesan tidak dibentuk oleh satu keputusan besar, melainkan lahir dari konsistensi dalam mengambil keputusan-keputusan kecil yang berlandaskan integritas setiap hari.
"Keputusan untuk tetap jujur ketika ada kesempatan untuk berbuat curang. Keputusan untuk tetap belajar ketika yang lain berhenti bertumbuh. Pilihan-pilihan kecil itulah yang perlahan membentuk karakter. Karakter membentuk reputasi. Reputasi melahirkan kepercayaan," pungkasnya.
Pesan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi 565 lulusan UII yang kini memasuki dunia profesional. Selain menguasai kompetensi akademik, alumni juga didorong terus mengembangkan karakter, kemampuan beradaptasi, dan integritas agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































