PSEL Baru Tangani 22 Persen Sampah, Zulhas Dorong Teknologi Pirolisis

2 hours ago 1

Newswire

Newswire Minggu, 09 Agustus 2026 11:17 WIB

PSEL Baru Tangani 22 Persen Sampah, Zulhas Dorong Teknologi Pirolisis

Foto ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), untuk program Waste to Energy atau Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL). Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah mendorong penggunaan teknologi pirolisis sebagai pelengkap Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk mempercepat penanganan persoalan sampah nasional. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan langkah tersebut diperlukan karena kapasitas PSEL yang tengah dikembangkan belum mampu mengolah seluruh timbulan sampah di Indonesia.

“Persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani dengan cara biasa. Kita membutuhkan percepatan melalui intervensi teknologi. Karena itu, selain pembangunan PSEL, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi pirolisis agar semakin banyak sampah yang dapat diolah menjadi energi,” kata Zulhas dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Minggu.

Menurut Zulhas, pemerintah membutuhkan kombinasi teknologi pengolahan agar penanganan sampah tidak hanya bergantung pada satu metode. Pemanfaatan pirolisis diarahkan untuk mengolah sampah yang telah menumpuk di tempat pemrosesan akhir (TPA) sekaligus menghasilkan sumber energi.

Kapasitas PSEL Baru 22 Persen

Implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 disebut telah mempercepat pembangunan PSEL di sejumlah daerah. Indonesia nantinya akan memiliki 13 lokasi PSEL.

Salah satu fasilitas yang masuk dalam pengembangan tersebut berada di Kota Palembang. Fasilitas itu ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.

Meski pembangunan PSEL terus dipercepat, Zulhas mengatakan kapasitas dari fasilitas tersebut diperkirakan baru mampu menangani sekitar 22 persen timbulan sampah nasional.

Kondisi itu membuat pemerintah membutuhkan teknologi pengolahan tambahan untuk menangani sampah yang belum dapat diproses melalui PSEL. Salah satu teknologi yang didorong adalah pirolisis.

Pirolisis Diarahkan Olah Sampah di TPA

Pirolisis merupakan proses pengolahan yang dapat dimanfaatkan untuk mengolah sampah yang telah menumpuk di TPA menjadi bahan bakar terbarukan yang setara solar.

Pemerintah memperkirakan penerapan teknologi pirolisis secara lebih luas berpotensi membantu menangani sekitar 20 persen persoalan sampah nasional.

Dengan demikian, teknologi tersebut diposisikan sebagai bagian dari upaya memperluas kapasitas pengolahan sampah menjadi energi, terutama terhadap timbulan sampah yang belum dapat ditangani fasilitas PSEL.

Pengembangan teknologi pirolisis juga dilakukan melalui kolaborasi dengan TNI Angkatan Darat dan pemerintah daerah. Kolaborasi itu mencakup pengembangan proyek percontohan di lima wilayah.

Lima wilayah yang menjadi lokasi proyek percontohan tersebut meliputi Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Semarang, Kota Bekasi, dan DKI Jakarta.

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional PSEL Bogor Raya 1. Selain itu, penerapan teknologi pengolahan sampah menjadi energi diharapkan dapat diperluas ke wilayah lainnya.

Pemda Diminta Percepat Pengolahan Sampah

Zulhas menekankan dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pembangunan fasilitas pengolahan sampah. Pemerintah daerah terutama dibutuhkan dalam penyediaan lahan, percepatan perizinan, serta memastikan pasokan sampah untuk fasilitas pengolahan.

Percepatan pengolahan sampah juga dinilai penting untuk mengurangi penumpukan sampah di TPA. Langkah tersebut sekaligus ditujukan untuk mengantisipasi meningkatnya risiko kebakaran ketika memasuki musim kering.

Pemerintah menjadikan pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi sebagai salah satu upaya mengurangi beban TPA. Di sisi lain, sampah juga diharapkan memiliki nilai guna yang lebih besar setelah diolah menjadi sumber energi.

“Kita ingin persoalan sampah tidak hanya selesai, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat. Dengan gotong royong dan kerja cepat, target itu dapat kita capai,” ucap Zulhas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |