Newswire Minggu, 09 Agustus 2026 11:27 WIB

Perguruan Tinggi - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendorong perguruan tinggi melakukan transformasi pendidikan melalui penguatan tridarma yang berdampak, peningkatan kolaborasi dengan industri, serta pembangunan budaya inovasi. Perguruan tinggi dinilai perlu memastikan proses pendidikan tidak berhenti pada urusan administratif, tetapi mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mengatakan kampus memiliki tanggung jawab untuk memberikan kepastian sekaligus harapan kepada mahasiswa. Menurut dia, sistem pendidikan tinggi harus dirancang agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi tepat waktu, memiliki kemandirian, serta siap menghadapi dunia kerja.
"Perguruan tinggi harus mampu memberikan kepastian dan harapan kepada mahasiswa. Perguruan tinggi tidak cukup hanya mengatakan semuanya tergantung mahasiswa, tetapi harus menyiapkan sistem yang membuat mahasiswa mampu lulus tepat waktu, mandiri, dan siap menghadapi dunia kerja," katanya dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Keberhasilan Kampus Tak Hanya Diukur dari Ruang Kelas
Fauzan menilai keberhasilan perguruan tinggi tidak semata-mata ditentukan oleh proses pembelajaran yang berlangsung di ruang kelas. Ukuran lainnya adalah kemampuan institusi memastikan lulusan mempunyai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan setelah menyelesaikan pendidikan.
Ia mencontohkan berbagai inovasi akademik yang sebelumnya telah diterapkan di perguruan tinggi. Inovasi tersebut dapat diarahkan untuk mempercepat masa studi mahasiswa sekaligus meningkatkan kesiapan kerja para lulusan.
Menurut Fauzan, pendekatan tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi perlu membangun sistem pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan mahasiswa dan perkembangan dunia kerja.
Prestasi Mahasiswa Perlu Mendapat Pengakuan
Selain mendorong inovasi dalam sistem pendidikan, Wamendiktisaintek Fauzan meminta perguruan tinggi memberikan ruang yang lebih luas kepada mahasiswa berprestasi. Pengakuan terhadap capaian mahasiswa, baik akademik maupun nonakademik, dinilai penting dalam proses pendidikan.
Berbagai prestasi yang diraih mahasiswa, kata dia, seharusnya dipandang sebagai bagian dari proses pembelajaran. Capaian tersebut dapat memperkuat kompetensi sekaligus membentuk karakter mahasiswa.
Di sisi lain, Fauzan mengingatkan agar perguruan tinggi tidak terjebak dalam prosedur yang justru menghambat kreativitas dan kemajuan institusi. Keberanian melakukan pembaruan dibutuhkan agar kampus mampu mengikuti perubahan yang berlangsung cepat.
"Kalau ingin berinovasi, jangan hanya melihat aturan. Kalau hanya melihat aturan, kita tidak akan menemukan inovasi. Perguruan tinggi harus berani melompat lebih jauh untuk menjawab kebutuhan masyarakat," ujar Wamendiktisaintek Fauzan menegaskan.
Tridarma Harus Memberikan Dampak Nyata
Karena itu, Fauzan mengajak seluruh sivitas akademika menjaga semangat inovasi sekaligus memperkuat kolaborasi. Setiap aktivitas tridarma perguruan tinggi diharapkan tidak hanya memenuhi kewajiban institusi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kolaborasi dengan industri menjadi salah satu bagian penting dalam transformasi tersebut. Perguruan tinggi diharapkan mampu membangun hubungan yang lebih kuat dengan dunia kerja sehingga pendidikan yang diberikan tetap relevan dengan kebutuhan kompetensi lulusan.
Menurut Wamendiktisaintek Fauzan, kampus yang mampu membangun kepercayaan dan menghadirkan dampak akan memiliki peran penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, serta memiliki daya saing global.
Transformasi pendidikan tinggi, dengan demikian, diarahkan tidak hanya pada peningkatan proses pembelajaran, tetapi juga pada kemampuan perguruan tinggi menghasilkan lulusan yang kompeten, mandiri, dan siap menghadapi perubahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : AntaraSamsung Galaxy Z Fold8, Flip8, Ultra Resmi, Ini Harga dan Speknya
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online









































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4855687/original/012825900_1717681637-20240606IQ_Timnas_Indonesia_vs_Irak__15_.jpg)






