Jumali Rabu, 27 Mei 2026 16:37 WIB

Jonatan Christie - Instagram : Badminton.ina
Harianjogja.com, JOGJA—Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie harus mengakhiri langkahnya lebih cepat di ajang Singapore Open 2026 setelah kalah dari wakil India HS Prannoy pada babak pertama yang berlangsung di lapangan pertandingan, Rabu (27/5/2026). Laga berdurasi 61 menit itu berakhir dengan skor 21-10, 12-21, 18-21.
Kekalahan tersebut terasa mengecewakan bagi sektor tunggal putra Indonesia karena Jonatan sempat tampil dominan pada gim pertama sebelum akhirnya kehilangan momentum pada dua gim berikutnya.
Pada awal pertandingan, Jonatan tampil agresif dan mampu mengendalikan tempo permainan meski sempat tertinggal di fase awal. Ia kemudian menutup gim pertama dengan kemenangan telak 21-10.
Namun, situasi berubah pada gim kedua ketika Prannoy mulai menemukan ritme permainan dan meningkatkan intensitas serangan. Tekanan tersebut membuat Jonatan kesulitan mengembangkan permainan hingga akhirnya kalah 12-21 dan memaksa laga berlanjut ke gim penentuan.
Pada gim ketiga, pertandingan berlangsung ketat dengan kedua pemain saling kejar poin hingga kedudukan imbang 18-18. Namun, pada momen krusial, Prannoy tampil lebih stabil dan berhasil meraih tiga poin beruntun untuk menutup pertandingan dengan kemenangan 21-18.
Hasil ini membuat Jonatan harus tersingkir lebih awal dari turnamen, sementara Prannoy melaju ke babak berikutnya dengan kepercayaan diri meningkat.
Harapan Indonesia beralih ke Alwi Farhan
Setelah tersingkirnya Jonatan, harapan Indonesia di sektor tunggal putra kini beralih kepada Alwi Farhan yang masih bertahan di turnamen. Sebelumnya, ia berhasil menyingkirkan wakil Prancis Toma Junior Popov dengan kemenangan dua gim langsung.
Pada babak selanjutnya, Alwi dijadwalkan menghadapi ujian berat melawan unggulan pertama asal China Shi Yu Qi, yang dikenal sebagai salah satu pemain dengan performa stabil di level elite dunia.
Kekalahan Jonatan menjadi gambaran ketatnya persaingan di level internasional, di mana konsistensi dan ketenangan pada poin-poin akhir menjadi faktor penentu dalam setiap pertandingan.
Sebelumnya, Ganda campuran Indonesia Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti harus mengakhiri langkah di Singapore Open 2026 setelah kalah dramatis dari wakil China Gao Jia Xuan/Wei Ya Xin pada babak 16 besar, Rabu (27/5/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































