Prabowo Minta Kampus Siapkan SDM Industri untuk Genjot Hilirisasi

5 hours ago 4

Prabowo Minta Kampus Siapkan SDM Industri untuk Genjot Hilirisasi

Presiden Prabowo Subianto. - ANTARA/YouTube Sekretariat Presiden

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah mulai mengantisipasi potensi kekurangan tenaga kerja terampil seiring percepatan program hilirisasi nasional yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto. Perguruan tinggi diminta memastikan lulusan yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan industri strategis yang terus berkembang.

Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya pemerintah dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mempercepat pengembangan berbagai sektor industri berbasis hilirisasi, mulai dari farmasi, manufaktur, hingga sektor sumber daya alam yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) dalam jumlah besar.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar pengembangan SDM menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari strategi percepatan hilirisasi nasional.

"Pembahasannya umum. Intinya adalah bagaimana percepatan ya, industri hilirisasi yang diminta Bapak Presiden bersama Danantara ya, banyak program mulai dari farmasi, pengembangan industri farmasi, pengembangan apa namanya, mobil nasional, motor nasional, dan lain-lain ya. Program-program yang hilirisasi itu bisa dipercepat," kata Brian usai bertemu Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Menurut Brian, percepatan industrialisasi tidak boleh terkendala oleh ketidaksesuaian kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri. Oleh karena itu, pemerintah mulai melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja secara lebih terukur dan spesifik untuk sektor-sektor prioritas.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi diminta menghitung kebutuhan SDM secara lebih presisi agar program hilirisasi yang sedang dipacu dapat didukung oleh tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

"Kami diminta memastikan SDM-SDM, lulusan-lulusan perguruan tinggi kita itu nantinya betul-betul bisa memenuhi apa? Bisa memenuhi kebutuhan SDM untuk pengembangan industri hilirisasi yang memang tidak sedikit itu kan ya, mulai dari mineral, kemudian ada aquaculture, aquafarming, itu juga banyak," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja diperkirakan akan meningkat secara signifikan seiring masuknya investasi baru dan pengembangan industri hilirisasi di berbagai sektor. Karena itu, sinkronisasi antara dunia pendidikan tinggi dan kebutuhan industri menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut.

Pemerintah juga ingin memastikan perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan dengan keahlian yang benar-benar dibutuhkan pasar kerja, termasuk pada bidang-bidang teknis yang menjadi penopang utama industrialisasi nasional.

"Jadi, kami diminta betul-betul memastikan, jangan sampai nanti industri yang akan diboosting ini akan dikembangkan secara cepat ini kemudian mengalami kekurangan SDM, ataupun SDM-nya nanti nggak sesuai, misalkan kita butuh banyak tenaga ahli kelistrikan, ternyata lulusannya nggak sesuai. Jadi, kita diminta menghitung itu, memastikan ini bisa memenuhi industrialisasi yang ada," tandas Brian.

Sejumlah sektor yang diproyeksikan membutuhkan tambahan tenaga kerja dalam jumlah besar antara lain industri mineral, farmasi, aquaculture, aquafarming, serta berbagai proyek pengembangan industri nasional yang menjadi bagian dari agenda hilirisasi pemerintah.

Melalui pemetaan kebutuhan tenaga kerja yang lebih akurat, pemerintah berharap pengembangan industri hilirisasi dapat berjalan lebih cepat tanpa menghadapi hambatan berupa kekurangan tenaga ahli maupun ketidaksesuaian kompetensi lulusan. Upaya tersebut juga diharapkan memperkuat keterhubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri sehingga kebutuhan SDM sektor strategis dapat terpenuhi seiring percepatan investasi dan industrialisasi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |