PLN Percepat Kontrak Batu Bara, Pasokan PLTU Jawa Mulai Mengalir

8 hours ago 4

PLN Percepat Kontrak Batu Bara, Pasokan PLTU Jawa Mulai Mengalir

Foto ilutrasi pengangkutan ekspor batubara. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—PT PLN (Persero) mempercepat pengadaan batu bara kalori menengah atau medium rank coal guna menjaga keandalan pasokan listrik nasional. Langkah tersebut dilakukan menyusul kebutuhan pembangkit listrik yang terus meningkat, sekaligus untuk memastikan operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa berjalan normal setelah terjadi gangguan pasokan yang berdampak pada pemadaman bergilir.

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengatakan percepatan pengadaan dilakukan melalui penandatanganan kontrak dengan para pemasok batu bara yang telah memperoleh penugasan dari pemerintah. Fokus utama saat ini adalah memastikan ketersediaan batu bara kalori menengah yang menjadi kebutuhan utama sejumlah PLTU.

“Kami juga mempercepat penandatanganan kontrak kepada para pemasok batu bara, terutama medium rank coal yang sudah mendapatkan penugasan dari pemerintah,” ujar Darmawan dalam rekaman suara yang telah dikonfirmasi ANTARA dari PLN di Jakarta, Sabtu.

Koordinasi Intensif dengan Kementerian ESDM

Untuk mempercepat proses pengadaan tersebut, PLN menjalin koordinasi secara intensif dan berkelanjutan dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Darmawan mengungkapkan komunikasi terus dilakukan bersama Direktur Jenderal Minerba, Tri Winarno, guna memastikan proses administrasi hingga penandatanganan kontrak dapat berjalan lebih cepat.

Melalui koordinasi tersebut, PLN berharap pasokan batu bara kalori menengah dapat segera terpenuhi sehingga tidak mengganggu operasional pembangkit listrik di berbagai wilayah.

“Dengan alokasi medium rank coal dan juga arahan dari Bapak Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia), PLN akan melakukan perbaikan agar proses penyediaan tenaga listrik bisa berjalan dengan lancar,” ucap Darmawan.

Pasokan Batu Bara Mulai Didistribusikan ke PLTU Jawa

Seiring percepatan pengadaan, pasokan batu bara kalori menengah dilaporkan mulai mengalir ke sejumlah pembangkit listrik tenaga uap di Pulau Jawa. Distribusi dilakukan baik untuk PLTU milik PLN, PLTU yang dikelola mitra PLN, maupun pembangkit milik Independent Power Producer (IPP).

Untuk wilayah Jawa bagian barat, pasokan medium rank coal akan disalurkan ke PLTU Pelabuhan Ratu, PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya Unit 1 hingga 8, PLTU Jawa 7, PLTU Jawa 9 dan 10, serta PLTU Indramayu.

Sementara itu, untuk wilayah Jawa bagian timur, distribusi batu bara ditujukan ke PLTU Paiton 1 dan 2, PLTU Paiton 9, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, dan PLTU Tanjung Awar-awar.

PLN Sampaikan Permohonan Maaf

Di tengah upaya pemulihan pasokan energi, Darmawan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terjadinya pemadaman bergilir yang sempat terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa.

Menurutnya, PLN memahami dampak yang dirasakan masyarakat akibat gangguan tersebut dan berkomitmen mempercepat langkah perbaikan agar layanan kelistrikan kembali stabil.

“Kami atas nama PT PLN (Persero) ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir. Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini,” kata Darmawan.

Kebutuhan Batu Bara PLN Capai 154 Juta Ton per Tahun

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan kebutuhan batu bara PLN saat ini mencapai sekitar 154 juta metrik ton per tahun. Dari jumlah tersebut, PLN telah berhasil mengamankan kontrak pasokan sebanyak 134 juta ton, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 20 juta ton yang perlu dipenuhi.

Menurut Bahlil, pemerintah mencermati adanya tantangan dalam pemenuhan batu bara kalori menengah dengan spesifikasi sekitar 5.200 kcal/kg GAR yang banyak digunakan oleh pembangkit PLN.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian ESDM telah membentuk tim khusus pengadaan batu bara kalori menengah guna mempercepat pemenuhan kebutuhan pasokan bagi pembangkit listrik nasional.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang melakukan evaluasi terhadap harga batu bara untuk kebutuhan PLN. Langkah tersebut dipertimbangkan seiring meningkatnya tekanan biaya produksi yang dihadapi pemasok serta pentingnya menjaga keberlanjutan pasokan batu bara kalori menengah untuk kebutuhan dalam negeri.

Saat ini harga batu bara untuk kewajiban pasar domestik atau domestic market obligation (DMO) bagi PLN ditetapkan sebesar 70 dolar AS per ton. Kebijakan tersebut menjadi salah satu instrumen yang tengah dikaji pemerintah guna memastikan pasokan batu bara PLTU tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |