
Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Kelompok PKK RW 11 Kelurahan Bausasran, Kemantren Danurejan, Kota Jogja, berhasil mengolah limbah dapur menjadi Eco Enzyme yang kemudian dikembangkan menjadi lebih dari 60 liter sabun cair multifungsi selama April hingga Mei 2026. Program tersebut tidak hanya membantu mengurangi sampah organik rumah tangga, tetapi juga menekan pengeluaran keluarga melalui pemanfaatan produk hasil olahan sendiri.
Produksi sabun cair berbahan Eco Enzyme berawal dari inisiatif pengelolaan limbah organik rumah tangga. Setelah berhasil memproduksi Eco Enzyme, anggota PKK mengembangkan keterampilan dengan mengolahnya menjadi sabun cair menggunakan campuran Methyl Ester Sulfonate (MES) sebagai bahan pembersih.
Dalam kurun dua bulan pelaksanaan program, total produksi sabun cair mencapai lebih dari 60 liter. Produk tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh keluarga masing-masing, tetapi juga dijadikan suvenir dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan di tingkat kelurahan, seperti pertemuan PKK dan kegiatan kelompok lansia.
"Pembuatan Eco Enzyme dan penggunaannya untuk membuat sabun cair sangat membantu menghemat pengeluaran rumah tangga. Cara membuatnya relatif mudah dan bahan-bahan yang harus dipersiapkan juga tidak mahal," ujar Lies, warga RT 45 RW 11 Bausasran, belum lama ini.
Pembuatan sabun cair dilakukan melalui serangkaian pelatihan dan praktik bersama yang diselenggarakan di sejumlah rumah warga di wilayah RW 11. Lokasi-lokasi tersebut menjadi pusat pembelajaran bagi anggota PKK untuk menguasai proses pembuatan produk pembersih rumah tangga secara mandiri.
Sabun cair hasil produksi warga kemudian dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari mencuci pakaian, mencuci peralatan dapur, membersihkan lantai, hingga membersihkan perlengkapan rumah tangga lainnya. Dengan memproduksi sendiri kebutuhan tersebut, warga dapat menghemat pengeluaran rutin sekaligus memperoleh keterampilan baru yang bermanfaat.
Selain memberikan manfaat ekonomi, sabun cair berbahan Eco Enzyme juga dinilai memiliki kualitas yang baik dalam membersihkan perlengkapan rumah tangga. Produk ini disebut efektif mengangkat minyak dan lemak yang menempel pada peralatan dapur.
"Sabun EE sangat efektif untuk membersihkan lemak saat mencuci alat-alat dapur. Bekas minyak cepat hilang dan peralatan menjadi lebih kesat dan bersih. Yang saya suka, sabun ini tidak membekas di tangan dan terasa aman digunakan," kata anggota PKK RW 11, Wondo.
Program pengolahan limbah dapur menjadi sabun cair ini menunjukkan bahwa sampah organik dapat diolah menjadi produk bernilai guna tinggi. Melalui pemanfaatan Eco Enzyme, warga didorong lebih mandiri dalam memenuhi sebagian kebutuhan rumah tangga sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan.
Selain berkontribusi terhadap pengurangan limbah, kegiatan tersebut juga memperkuat ketahanan ekonomi keluarga karena biaya pembelian produk pembersih dapat ditekan, sementara kemampuan warga dalam mengolah limbah organik terus berkembang. Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan Tim Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan dukungan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) UMY Tahun 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































