Perempuan Kalasan Ditemukan Meninggal, Warga Diimbau Peduli Kerabat

6 hours ago 3

Perempuan Kalasan Ditemukan Meninggal, Warga Diimbau Peduli Kerabat

Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik

Harianjogja.com, SLEMAN—Seorang perempuan berinisial NBL, 30, warga Dusun Kedulan, Kalurahan Tirtomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman, ditemukan meninggal dunia di rumahnya pada Minggu (21/6/2026) petang. Peristiwa tersebut kini ditangani jajaran Polsek Kalasan bersama tim medis untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian.

Korban yang diketahui bekerja sebagai karyawan swasta pertama kali ditemukan oleh suaminya, RV, 33, setelah pulang ke rumah usai menjemput anak mereka sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, RV berupaya memanggil korban, namun tidak mendapat respons.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menjelaskan bahwa suami korban kemudian berusaha mencari keberadaan istrinya di sejumlah ruangan di dalam rumah. Dalam proses pencarian tersebut, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di area dapur.

Setelah mengetahui kondisi tersebut, RV segera meminta bantuan warga sekitar. Teriakan minta tolong itu mengundang kedatangan saksi lain berinisial S, 58, yang kemudian membantu proses penanganan awal di lokasi kejadian.

"Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Kalasan," ujar Argo, Senin (22/6/2026).

Mendapatkan laporan tersebut, petugas Polsek Kalasan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim medis dari Rumah Sakit Bhayangkara.

Argo menuturkan, hasil pemeriksaan awal yang dilakukan tim dokter menemukan adanya bekas jeratan pada leher korban serta sejumlah indikasi biologis yang menjadi bagian dari pemeriksaan medis. Namun, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan fisik pada tubuh korban.

"Guna proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut, jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara," jelasnya.

Lebih lanjut, Argo mengimbau masyarakat untuk memperkuat komunikasi dan kepedulian sosial, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar. Menurutnya, perhatian terhadap perubahan perilaku atau kondisi psikologis seseorang dapat menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan berbagai persoalan sosial.

Ia juga mengajak masyarakat yang sedang menghadapi permasalahan hidup untuk tidak memendam persoalan seorang diri. Berbagai saluran bantuan, mulai dari musyawarah keluarga, layanan konsultasi psikologis, tokoh agama, hingga kantor polisi terdekat, dapat dimanfaatkan untuk mencari solusi dan pendampingan yang diperlukan.

Upaya membangun komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga dan masyarakat dinilai penting agar setiap persoalan dapat dideteksi lebih dini serta memperoleh penanganan yang tepat sesuai kebutuhan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |