Harianjogja.com, JOGJA— Lonjakan tamu saat libur panjang Paskah menjadi angin segar bagi industri perhotelan di DIY, setelah sebelumnya tingkat hunian kamar sempat mengalami penurunan cukup dalam pada awal tahun.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat rata-rata okupansi hotel selama libur Paskah pada 3–5 April 2026 mencapai 63%, dengan puncaknya terjadi pada 3 April yang menembus 80%.
Wakil Sekretaris PHRI DIY, Wahyu Wikan Trispratiwi mengatakan capaian tersebut meningkat sekitar 20%–25% dibandingkan hari biasa. Angka ini juga mendekati proyeksi okupansi yang sebelumnya diperkirakan bisa menyentuh 80%.
“Libur Paskah tanggal 3–5 April, rata-rata okupansi kamar anggota PHRI DIY adalah 63%,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, lonjakan ini dipicu oleh wisatawan yang belum sempat bepergian saat libur Lebaran, sehingga memanfaatkan momen Paskah sebagai alternatif waktu liburan.
Selain itu, faktor harga tiket transportasi yang lebih terjangkau serta ketersediaan kursi yang lebih longgar dibanding periode Lebaran turut menjadi pertimbangan wisatawan.
“Menghindari kemacetan dan kepadatan menuju destinasi wisata saat libur Lebaran, serta akses jalan tol yang sudah lancar dan cepat,” jelasnya.
Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menunjukkan bahwa industri perhotelan sebelumnya mengalami tekanan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Februari 2026 turun 8,46 poin dibanding Januari 2026 dan merosot 10,03 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pelaksana Tugas Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih menjelaskan penurunan ini menunjukkan tekanan yang konsisten, terutama pada hotel berbintang yang sangat bergantung pada volume kunjungan wisatawan.
Sementara itu, hotel nonbintang dan akomodasi lainnya juga mengalami penurunan, meski tidak sedalam hotel berbintang. Secara bulanan turun 5,94 poin dan secara tahunan turun 1,84 poin.
“Kemungkinan karena segmen pasarnya yang lebih beragam dan fleksibel dalam merespons perubahan pola kunjungan,” tuturnya.
Ia menambahkan, secara keseluruhan jumlah tamu yang menginap di hotel dan akomodasi di DIY pada Februari 2026 tercatat sebanyak 533.386 orang. Angka ini turun 29,33% dibandingkan Januari 2026.
Penurunan tersebut dinilai sebagai pola musiman, di mana Januari biasanya masih terdampak libur akhir tahun, sedangkan Februari kembali ke tren perjalanan yang lebih rendah.
“Kondisi ini juga berkorelasi dengan penurunan kunjungan wisatawan nusantara pada periode yang sama,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































