Jumali Rabu, 01 Juli 2026 16:57 WIB

Kantor NASA di Amerika Serikat. - nasa.gov
Harianjogja.com, JOGJA— Untuk pertama kalinya dalam sejarah, misi antariksa dan gengsi sepak bola dipertemukan dalam sebuah janji yang sarat makna. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) secara resmi menyatakan akan menerbangkan sebuah bola sepak ke Bulan jika Tim Nasional Amerika Serikat berhasil keluar sebagai juara Piala Dunia 2026. Janji ini bukan sekadar lelucon, melainkan upaya strategis untuk membakar semangat juang para pemain di turnamen paling akbar di muka bumi.
Administrator NASA, Jared Isaacman, secara gamblang melontarkan tantangan tersebut di hadapan publik dalam sebuah acara pemaparan rencana ambisius agensi terkait pembangunan pangkalan permanen di Bulan. Isaacman mengakui bahwa idenya lahir dari momen bersejarah pada 1971 silam, ketika astronot legendaris Alan Shepard secara diam-diam membawa tongkat dan bola golf ke permukaan Bulan, lalu melakukan beberapa pukulan di sana. “Kami akan melampaui apa yang dilakukan Alan Shepard. Kami akan mengirimkan bola sepak ke Bulan. Semoga hal ini bisa memberikan motivasi ekstra bagi tim nasional AS,” ujar Isaacman dengan penuh antusiasme, seperti dilansir Agence France-Presse (AFP).
Bagi penggemar sepak bola tanah air, janji ini mungkin terdengar seperti fiksi ilmiah. Namun faktanya, NASA benar-benar serius. Isaacman menegaskan bahwa ini adalah tantangan nyata dari para ilmuwan dan insinyur antariksa untuk skuat AS. “Ini adalah tantangan dari kami untuk mereka, jadi tim AS harus menyelesaikan misi mereka [menjadi juara],” tambahnya, seolah menyamakan kemenangan di atas lapangan hijau dengan keberhasilan misi pendaratan di bulan.
Dukungan penuh datang dari Manajer Program Pangkalan Bulan NASA, Carlos Garcia-Galan. Ia dengan tegas menjamin bahwa pihak agensi akan “sangat siap menyediakan ruang kosong” di dalam pesawat luar angkasa jika Timnas AS benar-benar mengangkat trofi Piala Dunia. Garcia-Galan bahkan menyebut bobot bola sepak yang sangat ringan sama sekali tidak akan membebani atau menimbulkan masalah teknis dalam proses transportasi menuju Bulan. “Sekarang semuanya bergantung pada Timnas Pria AS. Semoga berhasil,” katanya, melemparkan tanggung jawab besar ke pundak para pemain.
Ini bukan pertama kalinya NASA ikut merayakan demam Piala Dunia 2026 yang digelar di benua Amerika Utara. Sebelumnya, badan antariksa tersebut telah menerbangkan "Trionda", bola resmi pertandingan Piala Dunia 2026, ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Bahkan sebelum pertandingan perdana dimulai, NASA sempat merilis video yang memperlihatkan bola tersebut melayang-layang di dalam stasiun luar angkasa yang sedang mengorbit Bumi, sebuah tontonan yang memukau jutaan pasang mata di dunia.
Di sisi lain, Timnas Amerika Serikat saat ini berada dalam tren positif yang menjanjikan. Christian Pulisic dan kolega berhasil lolos ke fase gugur dengan status juara grup, dan dijadwalkan akan menantang Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar. Pertandingan ini menjadi langkah awal yang krusial untuk mewujudkan target "misi ke Bulan" yang telah ditetapkan oleh NASA. Bagi para pemain, ini bukan hanya soal kebanggaan nasional, tetapi juga kesempatan untuk mengukir sejarah ganda: sebagai juara dunia sekaligus menjadi bagian dari misi antariksa yang ikonik.
Koneksi antara sains dan olahraga ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Amerika dan dunia. NASA, dengan segala kredibilitasnya, berhasil menciptakan narasi yang menghubungkan semangat kompetisi di lapangan dengan eksplorasi luar angkasa. Sebuah langkah cerdas untuk mendekatkan misi antariksa ke hati masyarakat awam, terutama bagi jutaan penggemar sepak bola yang selama ini mungkin menganggap NASA sebagai lembaga yang terlalu serius dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Dengan janji ini, setiap gol, setiap umpan, dan setiap kemenangan AS akan memiliki resonansi yang lebih dalam, hingga ke permukaan Bulan sekalipun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































