
Pebalap Motogp Marc Marquez (kiri). /Instagram.
Harianjogja.com, JOGJA— MotoGP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone akhir pekan ini bukan sekadar seri pertama setelah jeda musim panas. Balapan yang berlangsung pada 7-9 Agustus tersebut bisa menjadi titik balik dalam persaingan gelar juara dunia sekaligus panggung pembuktian bagi Marc Marquez dan Fabio Quartararo.
Marquez datang dengan modal luar biasa setelah memenangi tiga dari empat balapan terakhir. Kebangkitannya bersama Ducati Lenovo membuat persaingan papan atas klasemen MotoGP 2026 kembali memanas. Namun di tengah tren positif tersebut, pembalap asal Spanyol itu justru menaruh kewaspadaan tinggi terhadap Silverstone.
Lintasan legendaris di Inggris itu dinilai sebagai salah satu trek paling menuntut secara fisik sepanjang kalender MotoGP. Kombinasi tikungan cepat, perubahan arah berkecepatan tinggi, dan panjang lintasan yang mencapai sekitar 5,9 kilometer membuat Silverstone sering menjadi ujian ketahanan fisik para pembalap.
Saat ini Marquez berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan 190 poin. Ia hanya terpaut empat angka dari Ai Ogura di urutan kedua dan berjarak 18 poin dari pemuncak klasemen Jorge Martin yang mengoleksi 208 poin.
Kondisi tersebut membuat hasil MotoGP Inggris berpotensi mengubah peta persaingan gelar secara signifikan. Satu kemenangan saja bisa membuat Marquez semakin dekat dengan posisi puncak dan menjaga peluang merebut gelar dunia tetap terbuka.
Bahu Marquez Masih Jadi Perhatian
Meski performanya terus membaik, Marquez mengakui kondisi fisiknya belum sepenuhnya ideal. Bahu kanan yang sempat mengalami masalah masih membutuhkan perhatian khusus, terlebih Silverstone dikenal sebagai salah satu sirkuit paling menguras tenaga.
Karena itu, ia memanfaatkan jeda musim panas bukan hanya untuk beristirahat, tetapi juga meningkatkan kebugaran dan mempercepat proses pemulihan.
"Akhir pekan di Jerman berjalan sempurna. Kami mampu memaksimalkan setiap peluang dan meraih seluruh poin yang tersedia sehingga naik ke posisi ketiga klasemen," kata Marquez seperti dikutip dari Crash.
"Saya memanfaatkan jeda tiga pekan untuk sedikit beristirahat, tetapi juga memulihkan energi dan tetap menjalani latihan. Silverstone adalah sirkuit yang panjang dan sangat menguras fisik. Selain itu, selalu ada faktor cuaca yang, seperti biasa, bisa mengubah jalannya balapan sepenuhnya," lanjutnya.
Sebagai bagian dari persiapan menghadapi MotoGP Inggris, Marquez bahkan mengakhiri masa liburnya lebih cepat. Ia kembali berlatih di MotorLand Aragon menggunakan Ducati Panigale V2 di lintasan karting.
Latihan tersebut dilakukan untuk menjaga refleks dan ritme balap sekaligus memantau kondisi bahu serta tangan kanannya yang masih sering terasa tidak nyaman sejak insiden kecelakaan pada GP Indonesia musim lalu.
Silverstone Bukan Trek Favorit Marquez
Di atas kertas, performa Marquez memang sedang menanjak. Namun catatan historis menunjukkan Silverstone bukan salah satu lintasan yang paling bersahabat baginya.
Sepanjang karier di kelas MotoGP, Marquez baru sekali meraih kemenangan di sirkuit tersebut. Karakter lintasan yang mirip dengan Assen juga pernah menyulitkannya musim ini.
Pada MotoGP Belanda beberapa pekan lalu, Marquez hanya mampu finis keenam sebelum turun ke posisi ketujuh akibat penalti karena melanggar batas lintasan pada lap terakhir.
Karena itu, seri Inggris akan menjadi ujian penting untuk mengetahui apakah kebangkitan Marquez benar-benar berlanjut atau justru melambat saat menghadapi lintasan yang kurang sesuai dengan karakter balapnya.
Quartararo Datang Membawa Misi Penebusan
Di sisi lain, Fabio Quartararo juga memiliki alasan kuat untuk menjadikan Silverstone sebagai balapan spesial.
Pembalap Monster Energy Yamaha itu masih menyimpan kenangan pahit dari MotoGP Inggris 2025. Saat itu ia berada di jalur kemenangan dan memimpin balapan dengan nyaman sebelum mengalami kerusakan pada perangkat pengatur ketinggian motor (ride height device).
Masalah teknis tersebut membuat motor Yamaha yang dikendarainya berhenti di tengah balapan. Quartararo yang sudah berada di ambang kemenangan akhirnya harus menepi dan gagal mengakhiri puasa kemenangan yang telah berlangsung hampir tiga tahun.
Kini, pembalap asal Prancis itu merasa berada dalam kondisi yang lebih siap setelah memanfaatkan jeda musim panas untuk memulihkan stamina dan mental.
"Senang rasanya sudah memulihkan energi di jeda musim panas. Saya kini siap untuk kembali balapan di Silverstone," ujar Quartararo.
"Meski tahun lalu tidak seperti yang saya harapkan, saya pernah mencatatkan momen-momen kuat di Silverstone. Saya yakin bisa tampil kompetitif di sana," tambahnya.
Cuaca Bisa Mengacaukan Segalanya
Selain duel para pembalap, cuaca kembali menjadi faktor yang diprediksi memainkan peran besar dalam MotoGP Inggris 2026.
Silverstone terkenal sebagai salah satu sirkuit dengan kondisi cuaca paling sulit diprediksi di kalender MotoGP. Hujan dapat turun sewaktu-waktu dan memaksa tim mengubah strategi balapan hanya dalam hitungan menit.
Situasi tersebut bisa menjadi ancaman bagi siapa pun, termasuk Ducati yang selama ini tampil dominan sepanjang musim.
Dengan persaingan klasemen yang semakin rapat, kondisi fisik Marquez yang masih menjadi perhatian, serta ambisi Quartararo untuk menebus kegagalan musim lalu, MotoGP Inggris 2026 berpotensi menghadirkan salah satu balapan paling dramatis dan menentukan dalam perburuan gelar juara dunia musim ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.












































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539824/original/003583100_1774624130-IMG_6564.JPG.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324850/original/079448900_1755868038-Elkan-Baggott.jpg)

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4855687/original/012825900_1717681637-20240606IQ_Timnas_Indonesia_vs_Irak__15_.jpg)


