Mitigasi Banjir Kulonprogo, Sungai Serang Dikeruk

4 hours ago 3

Mitigasi Banjir Kulonprogo, Sungai Serang Dikeruk

Muara Sungai Serang, di kawasan wisata Pantai Glagah di Kapanewon Temon, Kulonprogo. /Dok-Harian Jogja.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak melakukan pengerukan Sungai Serang sebagai langkah mitigasi banjir sekaligus mendukung penyiapan infrastruktur menjelang Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2027. Material sedimen hasil pengerukan tidak dibuang, tetapi dimanfaatkan untuk penataan kawasan olahraga di Stadion dan GOR Cangkring.

Kolaborasi tersebut dilakukan melalui kegiatan operasi pemeliharaan sungai yang difokuskan pada penanganan pendangkalan akibat tingginya endapan tanah dari wilayah hulu. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengurangi kapasitas aliran sungai, memicu penyumbatan, hingga mengubah arah arus yang dapat mengancam tanggul.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan mengatakan pengerukan Sungai Serang menjadi solusi atas kekhawatiran masyarakat terhadap potensi banjir saat musim hujan. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menerapkan konsep efisiensi anggaran dan zero waste dengan memanfaatkan sedimen hasil pengerukan.

"Pengerukan sedimen ini secara langsung memperluas kapasitas tampung Sungai Serang untuk mitigasi banjir. Di sisi lain, material sedimennya tidak dibuang sia-sia, melainkan dimanfaatkan Pemkab Kulon Progo untuk penimbunan lahan taman parkir di Stadion dan GOR Cangkring," kata Agung.

Menurutnya, pemanfaatan sedimen tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan fasilitas olahraga yang akan digunakan saat Kulon Progo menjadi tuan rumah Porda DIY 2027.

Dukung Infrastruktur Porda DIY 2027

Agung menjelaskan penataan lahan di kawasan Stadion Cangkring memiliki peran penting agar area olahraga tidak mudah tergenang air saat hujan.

Kondisi lahan yang lebih baik diharapkan dapat menunjang kesiapan sarana dan prasarana olahraga ketika Kabupaten Kulon Progo menjadi penyelenggara ajang olahraga tingkat daerah tersebut.

BBWS dan Pemkab Berbagi Tugas

Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pembagian tugas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

BBWS Serayu Opak bertanggung jawab melakukan pengerukan sedimen serta mengerahkan alat berat di badan Sungai Serang. Sementara itu, Pemkab Kulon Progo menangani proses pengangkutan material hasil pengerukan menuju lokasi penimbunan.

Menurut Agung, pola kerja sama tersebut menjadi bentuk integrasi program yang mampu memberikan manfaat lebih luas dibandingkan jika masing-masing instansi bekerja secara terpisah.

Kolaborasi Dinilai Percepat Penyediaan Fasilitas Publik

Agung menilai sinergi antara BBWS Serayu Opak dan Pemkab Kulon Progo tidak hanya menyelesaikan persoalan pendangkalan sungai, tetapi juga mempercepat penyediaan infrastruktur publik yang dibutuhkan masyarakat.

"Keberhasilan kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sekat birokrasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat dilebur demi kepentingan langsung masyarakat luas," katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, upaya mitigasi banjir dan pembangunan fasilitas pendukung Porda DIY 2027 dapat berjalan secara bersamaan dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara lebih efisien.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |