
Foto ilustrasi judi online - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Meta mengakui sistem kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkannya masih menghadapi tantangan dalam menekan penyebaran spam judi online di Facebook dan Instagram. Pelaku dinilai terus memodifikasi berbagai modus agar lolos dari sistem deteksi otomatis, sehingga teknologi moderasi yang digunakan perusahaan harus terus menyesuaikan diri dengan pola-pola baru tersebut.
Fenomena spam judi online di media sosial masih menjadi perhatian serius di Indonesia karena Facebook dan Instagram termasuk platform yang banyak dibanjiri komentar promosi ilegal. Situasi ini mendorong perlunya penguatan sistem moderasi digital sekaligus kolaborasi yang lebih erat antara platform, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mempersempit ruang gerak pelaku.
Head of Public Policy Indonesia and Philippines Meta, Berni Moestafa, mengatakan perusahaan telah memiliki mekanisme penegakan kebijakan terhadap berbagai bentuk pelanggaran. Namun, keberhasilan langkah tersebut sangat dipengaruhi kemampuan sistem AI dalam mengenali pola baru yang terus dikembangkan pelaku spam judi online.
"Langkah-langkah pelaku memberikan iklan itu selalu berubah, mereka selalu beradaptasi, sehingga bagi kami tentunya ada kesempatan juga untuk bisa mengambil tindakan yang lebih preventif ketika si pelakunya sudah melakukan inovasi untuk me-evade langkah detection kami," ujar Berni di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Menurut Berni, pelaku spam judi online tidak hanya mengubah susunan teks, tetapi juga memanfaatkan berbagai pola visual baru untuk menghindari penyaringan otomatis. Karena itu, sistem AI Meta harus terus diperbarui agar mampu mengenali teknik penyamaran terbaru yang digunakan pelaku.
Kolaborasi Dinilai Jadi Kunci Perkuat Penanganan Spam Judi Online
Meta menilai pengendalian spam judi online tidak cukup hanya mengandalkan teknologi internal perusahaan. Perlu dukungan data, informasi, serta kolaborasi dari berbagai pihak agar sistem pembelajaran mesin dapat lebih cepat mempelajari pola-pola baru yang terus bermunculan.
Berni menjelaskan kerja sama dengan pemerintah, lembaga terkait, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem deteksi. Masukan dari berbagai pihak dibutuhkan agar kemampuan AI terus berkembang mengikuti dinamika ancaman di ruang digital yang terus berubah.
Selain memperkuat kolaborasi, Meta juga terus meningkatkan investasi untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan. Secara global, belanja modal AI pada 2026 diproyeksikan mencapai US$125 miliar hingga US$145 miliar atau sekitar Rp2.243 triliun hingga Rp2.602 triliun. Nilai tersebut meningkat signifikan dibandingkan realisasi investasi pada 2025 yang mencapai US$72,2 miliar.
Meski investasi AI terus bertambah, Meta mengakui langkah tersebut belum sepenuhnya mampu menghentikan kemunculan spam judi online yang masih banyak ditemukan pada kolom komentar di berbagai platform miliknya.
Akun dengan Interaksi Tinggi Jadi Sasaran Utama
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, mengungkapkan pelaku spam judi online kini memanfaatkan sistem otomatis yang mampu memantau aktivitas media sosial secara real time. Saat sebuah akun mengalami lonjakan interaksi, sistem tersebut secara otomatis mengirim ribuan komentar promosi melalui akun bot maupun mesin otomatis.
Menurut Meutya, pola serangan yang semakin terorganisasi menunjukkan penanganan spam judi online tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan berbagai lembaga menjadi kebutuhan untuk memperkuat langkah pencegahan sekaligus penindakan terhadap praktik tersebut.
"Ini memerlukan kerja sama lintas lembaga dan tidak hanya pemerintah, tetapi juga pihak swasta dalam hal ini platform untuk menangani persoalan tersebut," ujarnya.
Meutya juga mengungkapkan bahwa sasaran penyebaran spam judi online kini mengalami pergeseran. Akun media sosial yang memiliki tingkat interaksi tinggi, khususnya milik kreator konten di daerah, menjadi target utama para pelaku.
"Target utama (spam komentar judol) bergeser teman-teman sekalian. Distribusi sasaran menunjukkan bahwa akun yang paling banyak di spam itu menyasar mereka yang memiliki engagement (interaksi) tinggi," kata Meutya.
Data yang dipaparkan menunjukkan sebanyak 52% komentar spam judi online menyerang akun influencer daerah. Selanjutnya, akun instansi pemerintah menyumbang 31%, akun media massa 12%, sedangkan akun tokoh publik dan politisi mencapai 5%.
Sepanjang Juni 2026, jumlah spam komentar judi online dilaporkan melonjak hingga 128%. TikTok menjadi platform dengan proporsi komentar judi online terbesar, yakni 35%, disusul Facebook sebesar 28%, Instagram 22%, YouTube 10%, dan platform X sebesar 5%. Data tersebut menjadi dasar penting bagi upaya penguatan sistem moderasi AI dan peningkatan kolaborasi lintas sektor agar penyebaran spam judi online di ruang digital dapat ditekan secara lebih efektif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































