Jumali Senin, 29 Juni 2026 23:47 WIB

Enzo Maresca/Instagram: Manchester City
Harianjogja.com, JOGJA— Manchester City resmi menunjuk Enzo Maresca sebagai pelatih kepala baru untuk menggantikan Pep Guardiola mulai musim depan. Pelatih asal Italia berusia 46 tahun tersebut menandatangani kontrak berdurasi tiga tahun hingga musim panas 2029.
Penunjukan Maresca menandai dimulainya era baru di Stadion Etihad setelah berakhirnya kepemimpinan Guardiola yang membawa Manchester City menjadi salah satu kekuatan dominan di sepak bola Inggris dan Eropa.
Maresca bukan sosok asing bagi The Citizens. Sebelum membangun karier sebagai pelatih kepala, ia pernah menangani tim akademi Manchester City dan menjadi bagian dari staf kepelatihan Guardiola sebagai asisten saat klub meraih berbagai prestasi.
“Manchester City adalah klub yang sangat saya kenal dan mendapatkan kesempatan untuk memimpin tim ini adalah hal hebat bagi saya,” ujar Maresca dalam pernyataan resmi klub.
“Saya tidak sabar untuk mulai melatih mereka. Saya ingin kita menang, memainkan sepak bola yang atraktif, dan menikmati tekanan sebagai wakil Manchester City,” lanjutnya.
Pernah Sukses Bersama Leicester dan Chelsea
Perjalanan kepelatihan Maresca dimulai bersama Parma pada 2021. Meski masa kerjanya berlangsung singkat, pengalaman tersebut menjadi fondasi bagi kariernya sebagai pelatih kepala.
Namanya mulai mendapat sorotan ketika menangani Leicester City pada musim Championship 2023/2024. Di bawah kepemimpinannya, Leicester berhasil menjuarai kompetisi kasta kedua Inggris dan memastikan promosi kembali ke Liga Inggris.
Kesuksesan itu membawanya ke Chelsea. Bersama klub London tersebut, Maresca mampu membawa tim finis di posisi empat besar Liga Inggris pada musim pertamanya. Ia juga mempersembahkan gelar Liga Conference dan Piala Dunia Antarklub pada 2025.
Rekam jejak tersebut menjadi salah satu alasan Manchester City memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin tim setelah era Guardiola berakhir.
Warisan Besar Guardiola
Tugas pertama yang menanti Maresca adalah menjaga standar tinggi yang telah dibangun Guardiola selama bertahun-tahun.
Selama menangani Manchester City, pelatih asal Spanyol itu mempersembahkan enam gelar Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions. Selain itu, Guardiola juga mengubah identitas permainan City dengan filosofi sepak bola berbasis penguasaan bola yang menjadi ciri khas klub.
Pada musim terakhirnya, Guardiola menutup masa baktinya dengan menjuarai Piala Liga dan Piala FA, mempertegas statusnya sebagai salah satu pelatih tersukses dalam sejarah klub.
Warisan tersebut membuat ekspektasi terhadap Maresca sangat tinggi. Ia tidak hanya dituntut meraih trofi, tetapi juga mempertahankan gaya permainan yang telah melekat kuat di Manchester City.
Menjaga Dominasi di Tengah Persaingan Ketat
Maresca dikenal sebagai pelatih yang mengusung filosofi permainan menyerang dan mengandalkan penguasaan bola, pendekatan yang sejalan dengan identitas Manchester City dalam beberapa tahun terakhir.
Pengalamannya bekerja langsung bersama Guardiola diyakini menjadi modal penting untuk menjaga kesinambungan proyek olahraga klub.
Namun, tantangan yang dihadapi tidak akan mudah. Persaingan di Liga Inggris semakin ketat dengan klub-klub seperti Arsenal, Liverpool, dan sejumlah rival lainnya yang terus memperkuat skuad.
Selain memastikan transisi berjalan mulus, Maresca juga harus mampu memaksimalkan potensi para pemain bintang Manchester City agar tetap bersaing di level tertinggi domestik maupun Eropa.
Dengan kontrak hingga 2029, manajemen Manchester City menunjukkan keyakinan bahwa Maresca merupakan sosok yang tepat untuk melanjutkan kesuksesan klub. Kini, perhatian publik sepak bola tertuju pada bagaimana pelatih asal Italia tersebut membangun babak baru Manchester City setelah berakhirnya era Guardiola.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































