Petugas SAR melakukan patroli dan pengawasan terhadap pengunjung yang bermain di Pantai Wediombo di Kalurahan Jepitu, Girisubo, Kamis (26/3/2026). - Istimewa - Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng\\r\\n
Harianjogja.com, JOGJA— Lonjakan kunjungan wisatawan ke DIY selama libur Idulfitri 2026 tak sepenuhnya berdampak pada sektor perhotelan. Di tengah ramainya destinasi wisata, tingkat hunian hotel justru tercatat menurun dibanding tahun sebelumnya.
Data Dinas Pariwisata kabupaten/kota menunjukkan total kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di DIY pada periode 14–29 Maret 2026 mencapai 1,9 juta kunjungan. Angka ini melampaui target 1,7 juta serta lebih tinggi dibanding capaian Lebaran 2025 yang mencapai 1,6 juta kunjungan.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menyebut capaian ini menjadi sinyal positif daya tarik wisata Jogja yang tetap kuat di tengah persaingan destinasi.
Sebaran kunjungan didominasi Kota Yogyakarta dengan 780.981 kunjungan, disusul Sleman sebanyak 472.998 kunjungan dan Gunungkidul sebesar 421.018 kunjungan. Sementara Bantul mencatat 144.633 kunjungan dan Kulon Progo sebanyak 100.661 kunjungan.
“Destinasi wisata alam terutama pantai masih menjadi primadona tujuan wisatawan, seperti kawasan pantai Parangtritis dan Depok di Kabupaten Bantul, pantai Glagah dan Congot di Kabupaten Kulon Progo serta Pantai Baron di Gunungkidul. Wisata museum dan candi juga tidak kalah ramai dicari wisatawan,” ujarnya.
Meski jumlah wisatawan meningkat, tingkat okupansi hotel berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia hanya mencapai 70 persen. Angka ini turun sekitar 5 persen dibandingkan Lebaran 2025 yang mencapai 75 persen, sekaligus di bawah target 85 persen.
Penurunan tersebut diduga dipengaruhi kondisi ekonomi dan melemahnya daya beli masyarakat. Wisatawan disebut cenderung memilih akomodasi lebih terjangkau seperti homestay atau penginapan alternatif lainnya.
Di sisi lain, aktivitas pariwisata selama libur Lebaran berlangsung relatif lancar. Kunjungan wisatawan tersebar di berbagai destinasi, mulai dari pantai, desa wisata hingga objek budaya, tanpa keluhan signifikan.
“Hal ini terbukti dari minimnya keluhan wisatawan terutama terkait parkir dan kenaikan harga kuliner, serta tidak adanya kejadian fatal di destinasi wisata,” ungkapnya.
Ke depan, Dinas Pariwisata DIY akan mengevaluasi capaian ini sebagai bahan penyusunan strategi baru. Sejumlah langkah disiapkan, mulai dari penguatan promosi digital, pengembangan event berbasis budaya, hingga peningkatan kualitas layanan destinasi dan kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































