Ledakan Gudang Bahan Peledak di Myanmar Tewaskan 45 Orang

5 hours ago 4

Ledakan Gudang Bahan Peledak di Myanmar Tewaskan 45 Orang

Ilustrasi Ledakan. - Freepik

Harianjogja.com, MYANMAR—Sedikitnya 45 orang dilaporkan meninggal dunia setelah ledakan dahsyat mengguncang sebuah bangunan penyimpanan bahan peledak pertambangan di Kota Namhkam, Negara Bagian Shan, Myanmar, pada Minggu (31/5/2026). Selain korban jiwa, sekitar 70 orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Ledakan terjadi sekitar tengah hari di wilayah timur laut Myanmar yang berjarak sekitar tiga kilometer dari perbatasan China. Kawasan tersebut diketahui berada di bawah kendali Ta'ang National Liberation Army (TNLA), kelompok bersenjata etnis yang memperjuangkan otonomi di Myanmar.

Dampak ledakan tidak hanya menimbulkan korban manusia, tetapi juga merusak permukiman warga di sekitar lokasi kejadian. Media pemerintah China, China Central Television (CCTV), melaporkan banyak rumah penduduk mengalami kerusakan akibat kuatnya daya ledak yang terjadi.

Berdasarkan temuan awal, sumber ledakan diduga berasal dari fasilitas penyimpanan bahan peledak yang digunakan untuk aktivitas pertambangan. Sejumlah media lokal Myanmar melaporkan jumlah korban meninggal kemungkinan lebih tinggi, berkisar antara 50 hingga 55 orang.

Foto dan rekaman video yang beredar di media setempat memperlihatkan kepulan asap tebal membumbung tinggi dari lokasi kejadian. Bangunan di sekitar pusat ledakan tampak porak-poranda, sementara puing-puing berserakan di berbagai titik kawasan terdampak.

Kantor berita lokal Shwe Phee Myay melaporkan bahwa dari data sementara korban, sekitar 25 perempuan dan 30 laki-laki termasuk dalam daftar korban tewas. Selain itu, puluhan orang lainnya masih menjalani perawatan akibat luka-luka, sementara beberapa korban diyakini masih terjebak di lokasi ketika proses pencarian dan penyelamatan terus berlangsung.

"Sejauh ini, di antara para korban, 25 dilaporkan perempuan dan 30 laki-laki, sementara puluhan lainnya terluka dan beberapa diyakini masih terjebak, sementara operasi penyelamatan masih berlangsung."

Situasi darurat membuat petugas penanggulangan bencana setempat mengimbau masyarakat untuk mendonorkan darah ke Rumah Sakit Umum Namhkam guna membantu penanganan para korban yang terus berdatangan.

Sementara itu, melalui pernyataan yang diunggah di akun Telegram resminya, Ta'ang National Liberation Army mengakui bahwa gelignit atau bahan peledak memang disimpan di lokasi tersebut untuk mendukung kegiatan pertambangan dan penggalian. Organisasi itu juga menyatakan telah memulai penyelidikan guna mengungkap penyebab pasti ledakan yang menewaskan puluhan orang tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |