Foto ilustrasi BBM. / Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Eskalasi konflik di Timur Tengah mulai berdampak langsung pada pasokan energi di Bangladesh. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar, dengan ribuan warga rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan pasokan energi yang semakin terbatas.
Laporan dari Euronews menyebutkan otoritas Bangladesh terpaksa menerapkan sistem penjatahan bahan bakar untuk kendaraan pribadi. Kebijakan ini diambil setelah pemilik SPBU kewalahan menghadapi lonjakan permintaan di tengah ketidakpastian pasokan global.
Ketergantungan Energi dari Timur Tengah
Krisis ini dipicu oleh tingginya ketergantungan energi Bangladesh terhadap impor dari luar negeri, khususnya kawasan Timur Tengah. Ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Israel, serta negara-negara Teluk berdampak pada jalur distribusi energi global.
Data menunjukkan Bangladesh mengimpor sekitar 95 persen minyak bakar dan sekitar 70 persen kebutuhan gas dari luar negeri. Ketika rantai pasokan terganggu, negara Asia Selatan tersebut langsung merasakan dampaknya pada sektor energi domestik.
Pemerintah Kirim Kapal Suplai
Untuk meredam krisis, pemerintah Bangladesh segera mengambil langkah darurat dengan meningkatkan impor energi dari berbagai sumber.
Sejauh ini, enam kapal pengangkut energi telah merapat di Pelabuhan Chattogram. Kapal-kapal tersebut membawa berbagai komoditas energi seperti:
Liquefied Natural Gas (LNG)
Liquefied Petroleum Gas (LPG)
Minyak bakar
Kondensat
Selain itu, lima kapal tambahan yang mengangkut diesel, LNG, dan LPG juga dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju Bangladesh untuk memperkuat cadangan energi nasional.
Kerentanan Negara Pengimpor Energi
Situasi ini menunjukkan kerentanan negara berkembang yang sangat bergantung pada impor energi. Ketika konflik geopolitik mengganggu jalur logistik global, pasokan energi menjadi sektor yang paling cepat terdampak.
Bagi masyarakat Bangladesh, antrean panjang di SPBU kini menjadi gambaran nyata rapuhnya rantai pasokan energi dunia di tengah ketegangan internasional.
Pemerintah berharap dengan masuknya tambahan pasokan energi melalui Pelabuhan Chattogram, kondisi distribusi bahan bakar dapat segera kembali stabil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


















































