KPI 2026 Dorong Kolaborasi Daerah Percepat Transformasi Pendidikan

2 hours ago 2

KPI 2026 Dorong Kolaborasi Daerah Percepat Transformasi Pendidikan

Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 di UNY memperkuat kolaborasi daerah untuk mempercepat transformasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. /Istimewa.

Harianjogja.com, SLEMAN—Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 resmi dibuka di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Kabupaten Sleman, Rabu (1/7/2026). Forum nasional ini mempertemukan ratusan pemangku kepentingan guna memperkuat kolaborasi daerah dalam mempercepat transformasi pendidikan menuju masyarakat yang lebih sejahtera melalui penguatan ekosistem pendidikan.

Mengusung tema Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada, KPI 2026 menitikberatkan pentingnya pendekatan yang sistematis, kolaboratif, dan berkelanjutan dalam membangun pendidikan di daerah. Konferensi ini menjadi ruang bertemunya pemerintah daerah, akademisi, masyarakat sipil, komunitas, sektor swasta, hingga media massa untuk saling berbagi praktik baik sekaligus menyelaraskan agenda pembangunan pendidikan.

Pembukaan KPI 2026 dihadiri oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang, Kepala Dinas Pemerintah Kabupaten Sleman Mustadi, Dewan Penasihat Lingkar Daerah Belajar (LDB) Najelaa Shihab, serta Rektor UNY Sumaryanto. Kehadiran para pemimpin daerah dan pemangku kepentingan tersebut menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat, kontekstual, dan berkelanjutan.

Salah satu agenda utama pada hari pertama ialah sesi Dialog Berpihak kepada Anak yang mengangkat pembahasan mengenai ekosistem pendidikan berkelanjutan dan layanan pendidikan terpadu. Sesi tersebut diawali dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno melalui tayangan video, kemudian dilanjutkan diskusi panel bersama Bupati Sleman Harda Kiswaya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, serta Bupati Rote Ndao Paulus Henuk.

"Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang mandiri, berkarakter, dan sejahtera. Karena itu, setiap daerah perlu menghadirkan pendekatan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan tantangannya masing-masing. Melalui Konferensi Pendidikan Indonesia 2026, kami berharap lahir jejaring, pembelajaran, dan tindak lanjut nyata yang tidak berhenti di forum ini, tetapi menjadi awal dari perubahan bagi pendidikan Indonesia," ujar Bupati Sleman, Harda Kiswaya, Rabu (1/6/2026).

Sementara itu, Dewan Penasihat Lingkar Daerah Belajar (LDB), Najelaa Shihab, menegaskan bahwa transformasi pendidikan membutuhkan komitmen seluruh elemen masyarakat. Transformasi pendidikan tidak bisa dilakukan sendiri. Pendidikan harus menjadi prioritas bersama yang dikerjakan melalui kolaborasi pemerintah, sekolah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, hingga keluarga.

"Komitmen untuk berpihak kepada anak bukanlah tujuan yang selesai dalam satu forum, melainkan perjalanan yang harus ditempuh bersama. Perubahan paradigma menjadi hal yang paling dibutuhkan, bagaimana menempatkan anak sebagai yang utama dalam setiap kebijakan dan praktik pendidikan," ujar Najelaa Shihab.

Selain dialog utama, KPI 2026 juga menghadirkan berbagai sesi interaktif yang membahas isu strategis dan praktik nyata di bidang pendidikan. Peserta dari berbagai daerah mengikuti Studio Intervensi yang menghadirkan lokakarya mengenai berbagai model intervensi pendidikan dari organisasi dan komunitas. Pada hari pertama juga dilakukan penyerahan LDB Award kepada tokoh maupun institusi yang dinilai memberikan inspirasi dalam pengembangan pendidikan.

Forum ini juga menghadirkan sesi Rembuk Daerah sebagai ruang diskusi mengenai inovasi kebijakan dan program pendidikan lintas perangkat daerah. Di sisi lain, terdapat sesi Belajar dari Anak yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk menyampaikan aspirasi dan pandangannya terhadap dunia pendidikan.

Berbagai inovasi pendidikan turut dipamerkan melalui Pameran Sleman Sembada, Pameran Kerja Barengan, serta Poster Gagasan Inovasi. Pameran tersebut menampilkan kolaborasi pendidikan dari seluruh kapanewon di Kabupaten Sleman, pemerintah daerah yang tergabung dalam jejaring Lingkar Daerah Belajar, hingga organisasi masyarakat.

Seluruh rangkaian pembahasan dalam KPI 2026 difokuskan pada empat isu strategis, yakni pendidikan dan krisis iklim, pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan berkualitas, adaptasi terhadap disrupsi teknologi, serta tata kelola anggaran yang mengedepankan perspektif Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI).

Konferensi Pendidikan Indonesia 2026 akan berlangsung hingga 2 Juli 2026 dan ditutup dengan penyampaian Janji Publik Pemangku Kepentingan Pendidikan sebagai komitmen bersama untuk memperkuat transformasi pendidikan berbasis daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |