
Warga melihat para penyelamat bekerja di reruntuhan sebuah bangunan setelah terjadi gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 di Caracas, Venezuela, Rabu (24/6/2026) waktu setempat. ANTARA/Xinhua/Marcos Salgado/aa.
Harianjogja.com, MOSKOW—Jumlah korban tewas akibat gempa kembar dahsyat yang mengguncang Venezuela terus meningkat. Hingga Jumat (26/6/2026), tercatat 589 orang meninggal dunia dan 2.980 lainnya mengalami luka-luka.
Pelaksana Tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, menyampaikan angka terbaru tersebut dalam pertemuan yang disiarkan televisi nasional.
“Sayangnya, 589 orang meninggal dan 2.980 orang terluka,” ujar Rodriguez.
Pemerintah menyebut wilayah paling terdampak berada di Negara Bagian La Guaira. Menteri Kesehatan Carlos Alvarado mengungkapkan daerah tersebut mencatat jumlah korban jiwa dan luka terbanyak.
Sejak gempa terjadi, pemerintah langsung mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional. Lebih dari 5.000 tenaga medis telah dikerahkan, termasuk sekitar 1.200 dokter untuk menangani korban di lokasi terdampak.
Gempa Kembar dan Dampaknya
Bencana ini dipicu oleh dua gempa kuat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi pada Rabu (24/6/2026). Hingga kini, tercatat sedikitnya 30 gempa susulan mengguncang wilayah tersebut.
Akibatnya, ribuan bangunan mengalami kerusakan, termasuk rumah warga, fasilitas umum, hingga rumah sakit. Infrastruktur vital juga terdampak, bahkan bandara utama negara itu terpaksa ditutup sementara.
Bantuan Internasional Mulai Berdatangan
Dukungan internasional mulai mengalir untuk membantu penanganan bencana. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menyatakan negaranya akan mengirim tim pencarian dan penyelamatan ke Venezuela.
Dalam pernyataannya, Lula menyebut telah berbicara langsung dengan Delcy Rodriguez untuk menyampaikan solidaritas sekaligus membahas bantuan yang diperlukan.
Brasil dijadwalkan mengirim pesawat militer KC-390 dari Bandara Internasional Guarulhos pada Jumat, membawa 36 personel pemadam kebakaran, empat teknisi pertahanan sipil, serta empat spesialis telekomunikasi.
Tak hanya itu, pesawat tersebut juga mengangkut sekitar 9 ton peralatan guna mendukung operasi pencarian dan penyelamatan korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Bantuan lanjutan akan dikirim pada Sabtu (27/6/2026) melalui penerbangan kedua yang membawa perlengkapan untuk mendirikan rumah sakit lapangan, 100 unit alat pemurni air bertenaga surya, obat-obatan, serta peralatan medis.
“Kami akan terus memantau situasi dan memastikan seluruh dukungan yang diperlukan dapat diberikan kepada Venezuela,” ujar Lula.
Upaya evakuasi dan penanganan korban masih terus berlangsung di tengah tantangan kerusakan infrastruktur dan gempa susulan yang masih terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

















































