Komentar Judi Online Marak, Influencer Daerah Jadi Target Utama Spam

8 hours ago 3

Komentar Judi Online Marak, Influencer Daerah Jadi Target Utama Spam

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. /Instagram-Meutya Hafid.

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa spam komentar bermuatan promosi judi online kini paling banyak menyasar akun media sosial milik pemengaruh daerah yang memiliki tingkat interaksi tinggi.

Menurut data Kementerian Komunikasi dan Digital, pola penyebaran komentar judi online atau judol menunjukkan pergeseran target yang signifikan dari akun umum ke akun dengan engagement tinggi, termasuk influencer lokal.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (30/6/2026), Meutya menjelaskan bahwa distribusi sasaran spam menunjukkan 52 persen terjadi pada akun influencer daerah, 31 persen pada akun instansi pemerintah, 12 persen pada akun media massa, dan 5 persen pada akun tokoh publik serta politisi.

“Target utama bergeser. Akun yang paling banyak di-spam itu menyasar mereka yang memiliki engagement tinggi,” kata Meutya.

Influencer Daerah Jadi Target Utama

Pemerintah menilai akun influencer daerah menjadi sasaran utama karena dianggap memiliki audiens yang sesuai dengan target pasar operator judi online.

“Influencer daerah dinilai lebih efektif karena memiliki audiens yang sesuai dengan target dari pasar operator judi online,” ujarnya.

Selain itu, akun instansi pemerintah dan media massa juga ikut menjadi target karena dinilai lebih sulit diblokir atau dihapus dari platform digital.

Lonjakan 128 Persen dalam Dua Pekan

Kemkomdigi mencatat terjadi peningkatan signifikan jumlah komentar judi online, yakni mencapai 128 persen dalam periode 14–28 Juni 2026 dibandingkan periode pemantauan sebelumnya dari Januari hingga 13 Juni 2026.

Lonjakan ini menunjukkan intensifikasi aktivitas spam berbasis akun otomatis yang semakin masif di berbagai platform media sosial.

Didominasi Bot dan Akun Palsu

Hasil pemantauan juga menemukan bahwa sebagian besar komentar spam judi online dilakukan menggunakan akun tidak autentik, termasuk akun bot atau akun palsu yang dioperasikan secara otomatis.

Sebaran Platform Media Sosial

Dari sisi platform, sebaran spam komentar judi online paling banyak ditemukan di beberapa media sosial besar. TikTok menjadi yang tertinggi dengan porsi 35 persen, disusul Facebook 28 persen, Instagram 22 persen, YouTube 10 persen, dan X sebesar 5 persen.

Pemerintah menegaskan akan terus memperkuat pengawasan terhadap penyebaran konten judi online di ruang digital, terutama pada akun-akun dengan jangkauan luas dan interaksi tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Politic | Hukum | Kriminal | Literatur | SepakBola | Bulu Tangkis | Fashion | Hiburan |