
Foto ilustrasi bantuan sosial (bansos), dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Sosial (Kemensos) bersama PT Sari Roti meluncurkan program pemberdayaan ekonomi bagi penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Melalui program ini, sebanyak 417 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah diberdayakan menjadi penjual roti sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi.
Peluncuran program tersebut ditandai dengan pelepasan secara simbolis 100 KPM PKH sebagai penjual roti keliling menggunakan sepeda di halaman Grha Bung Karno, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026). Program ini menjadi tahap awal kolaborasi Kemensos dan PT Sari Roti dalam memperluas pemberdayaan masyarakat penerima bantuan sosial.
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengatakan program pemberdayaan penerima PKH diharapkan menjadi langkah awal menuju kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera.
"Dengan mengucapkan doa yang setinggi-tingginya, mudah-mudahan usaha kita semua berjualan roti, Sari Roti diberikan rezeki yang melimpah oleh Allah. Bismillahirrahmanirrahim. Dengan ini saya lepaskan niat baik masyarakat Klaten untuk memberdayakan hidupnya," kata Agus Jabo dalam keterangan di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Menurut Agus Jabo, program tersebut merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi, bukan hanya mengandalkan bantuan sosial.
"Ini awal kita menyeberangi jembatan emas. Yang kemarin belum mandiri, mudah-mudahan setelah (kolaborasi) dengan Sari Roti dengan Kemensos ini bisa mandiri, hidup bapak-ibu bisa sejahtera, iso gemuyu (bisa tertawa), kata Pak Presiden Prabowo Subianto," ujarnya.
Ia juga mengingatkan para penerima manfaat agar tetap bersemangat menjalankan usaha serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan. Agus Jabo meminta para pendamping PKH terus memberikan pendampingan kepada para peserta program.
"Yang penting usaha, semangat. Yang namanya usaha itu tantangannya macam-macam, tidak boleh menyerah. Kalau ada masalah, nanti konsultasi dengan pendamping," katanya.
Regional Manager PT Sari Roti, Andi Bramantya Saputra, menjelaskan peluncuran ini menjadi tahap awal kerja sama perusahaan dengan Kemensos yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi KPM PKH. Pada tahap pertama, sebanyak 417 KPM dari DIY dan Jawa Tengah menerima manfaat program tersebut.
Menurut Andi, peserta akan memperoleh pinjaman aset dan berbagai fasilitas pendukung untuk menjalankan usaha penjualan roti keliling. Peserta yang belum memiliki kendaraan bermotor akan difasilitasi sepeda, sedangkan yang sudah memiliki sepeda motor akan mendapatkan boks khusus untuk berjualan. Sebelum mulai berjualan, seluruh peserta juga mengikuti pelatihan serta pendampingan dari tim PT Sari Roti.
"Untuk yang tidak mempunyai kendaraan bermotor, nanti kita sudah sediakan sepeda. Yang sudah punya sepeda motor, nanti kita ada box motor juga. Nanti setelah itu ada pendampingan, ada training. Baru nanti kita jualan di lapangan dan didampingi oleh tim kita," kata Andi.
Lebih lanjut, PT Sari Roti akan melakukan proses penyaringan berdasarkan kemampuan dan latar belakang masing-masing peserta. Tidak seluruh KPM akan menjadi penjual roti keliling karena sebagian akan diarahkan menjadi karyawan perusahaan atau mengikuti program pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sesuai kompetensi yang dimiliki.
"Misalkan ada KPM yang memang pendidikannya mumpuni, itu nanti kita akan rekrut untuk menjadi salesman eksekutif di distributor. Kemudian, nanti ada ibu-ibu yang misalkan memang tidak bisa bergerak luas, itu nanti ada UMKM roti olahan Sari Roti. Jadi semua itu akan berdaya," ungkapnya.
Andi menambahkan, selama tiga bulan pertama peserta akan menggunakan sistem komisi berbasis bagi hasil. Setelah masa tersebut berakhir, skema kerja akan beralih menjadi sistem penggajian yang saat ini masih dibahas bersama antara Kemensos dan PT Sari Roti sebagai bagian dari pengembangan program pemberdayaan penerima PKH.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































